DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MEMAKSIMALKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MENGIDENTIFIKASI SATUAN PANJANG DENGAN BOLA SOAL SDN TELAGA BIRU 8
PENGARANG:VIRA RAHAYU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-26


ABSTRAK
Rahayu, Vira. 2024. Memaksimalkan Kemampuan Berpikir Kritis dan
Mengidentifikasi Satuan Panjang dengan Bola Soal SDN Telaga Biru 8.
Skripsi Program Studi Pendidikan Pendidik Sekolah Dasar. Fakultas
Kependidikan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin. Dosen Pembimbing Prof. Dr. Hj. Darmiyati, S. Pd., M. Pd.
Kata Kunci: Aktivitas, Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Problem based learning,
Example non example dan Snowball throwing.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya aktivitas peserta didik,
rendahnya kemampuan berpikir kritis dan rendahnya hasil belajar peserta didik
pada muatan satuan panjang. Permasalahan ini disebabkan pembelajaran yang
masih bersifat satu arah yang menyebabkan peserta didik menjadi kurang aktif,
kurangnya pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran yang kurang bervariasi. Upaya
untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pembelajaran
menggunakan model problem based learning, example non example, dan snowball
throwing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas pendidik,
menganalisis aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, menganalisis
kemampuan berpikir kritis, dan menganalisis peningkatan hasil belajar.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik
kelas V SDN Telaga Biru 8, yang berjumlah 26 orang peserta didik, pada semester
II tahun ajaran 2023/2024. Jenis data pada penelitian ini adalah data kualitatif dan
data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas pendidik,
aktivitas peserta didik, kemampuan berpikir kritis dan data kuantitatif melalui tes
tertulis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pendidik pada pertemuan
I hanya mencapai skor 34 pada pertemuan 3 meningkat menjadi 42, kemudian pada
aktivitas peserta didik mengalami peningkatan, yang mana pada pertemuan I hanya
mencapai 42% pada pertemuan III meningkat menjadi 100%, kemampuan berpikir
kritis pada pertemuan hanya mencapai 23% pada pertemuan 3 meningkat menjadi
88%. Ketuntasan klasikal hasil belajar pada pertemuan 1 hanya mencapai 26,92%
dan meningkat pada pertemuan 3 menjadi 80,77%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan
model problem based learning, example non example, dan snowball throwing dapat
terlaksana dan peserta didik dapat mengikuti sesuai dengan proses pembelajaran
sehingga meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil
belajar peserta didik. Untuk itu model tersebut dapat dijadikan alternatif dalam
meningkatkan aktivitas peserta didik dan kemampuan berpikir kritis yang
berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI