DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA MUATAN PPKN MENGGUNAKAN MODEL PINTU PADA KELAS V SDN MANARAP LAMA 1
PENGARANG:FATIMATUZZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-26


ABSTRAK

Fatimatuzzahra, 2024. Meningkatkan Aktivitas, Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Pada Muatan PPKn Menggunakan Model PINTU Pada Kelas V SDN Manarap Lama 1. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Pembimbing: Ari Hidayat, M.Pd.

 

Kata Kunci:Aktivitas, Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Model PINTU.

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Hal tersebut disebabkan proses pembelajaran yang masih menerapkan pembelajaran teacher centered, dan siswa kesulitan dalam memahami materi keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia pada muatan PPKn. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran PINTU yang merupakan kombinasi dari model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Course Review Horay. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa, berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Manarap Lama 1, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar yang berjumlah 26 orang siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan, pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis kemudian menggunakan data kuantitatif untuk hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 22, hasil ini cukup meningkat disetiap pertemuan hingga mencapai skor 31 dengan kriteria “Sangat Baik” pada pertemuan 4. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 memperoleh persentase 8% dengan kriteria “Kurang Aktif”, hasil ini meningkat disetiap pertemuan hingga mencapai 77% dengan kriteria “Sangat Aktif” pada pertemuan 4. Adapun keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 memperoleh persentase 4% dengan kriteria “Kurang Terampil, hasil ini meningkat disetiap pertemuan hingga mencapai 77% dengan kriteria “Sangat Terampil” pada pertemuan 4. Untuk ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada pertemuan 1 memperoleh persentase 31% , dan pertemuan 4 memperoleh persentase 100% dengan kriteria “Tuntas”.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PINTU dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar pada siswa. Adapun saran bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan peneliti lain adalah agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk pembinaan pengembangan profesi guru, pertimbangan guru dalam menentukan atau memilih model pembelajaran yang efektif, dan referensi para peneliti sehingga hasil temuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan untuk kepentingan pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI