DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DI UPPD SAMSAT BANJARMASIN II DI KOTA BANJARMASI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | RIZKY AMALIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-27 |
Penelitian ini berfokus pada efektivitas penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di UPPD Samsat Banjarmasin II, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pajak adalah sumber utama pendapatan negara yang signifikan dalam mendukung pembangunan. Di Indonesia, Pajak terbagi menjadi pajak pusat dan pajak daerah. Pajak Kendaraan Bermotor dikelola oleh pemerintah daerah provinsi, berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan data target dan realisasi penerimaan PKB dari tahun 2020 hingga 2022 untuk mengukur efektivitas penerimaan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada tahun 2020 efektivitas penerimaan PKB sangat tinggi dengan rasio 103,08%, menurun pada tahun 2021 menjadi 90,88%, dan kembali naik pada tahun 2022 menjadi 102,47%. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat efektivitas penerimaan PKB di UPPD Samsat Banjarmasin II selama tiga tahun terakhir rata-rata adalah 98,81%, yang dikategorikan efektif. Kendala yang dihadapi dalam penerimaan PKB antara lain tunggakan pajak akibat kendaraan hilang atau rusak, kurangnya kesadaran wajib pajak, sosialisasi yang tidak memadai, dan kurangnya pemahaman tentang prosedur pembayaran melalui e-SAMSAT. Upaya untuk mengatasi kendala ini termasuk penyuluhan berkelanjutan, razia pajak, sosialisasi penggunaan e-SAMSAT, dan peningkatan layanan pembayaran online. Kesimpulannya, meskipun terdapat beberapa kendala, UPPD Samsat Banjarmasin II telah menunjukkan efektivitas yang baik dalam penerimaan PKB. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas lebih lanjut meliputi peningkatan layanan, sosialisasi yang lebih intensif, dan peningkatan kesadaran wajib pajak tentang pentingnya membayar pajak tepat waktu.
Kata kunci: Pajak Kendaraan Bermotor, Efektivitas, UPPD Samsat Banjarmasin II, e-SAMSAT
This research focuses on the effectiveness of Motor Vehicle Tax (PKB) revenue at UPPD Samsat Banjarmasin II, Banjarmasin City, South Kalimantan. Taxes are the main source of significant state revenue in supporting development. In Indonesia, taxes are divided into central taxes and regional taxes. Motor Vehicle Tax is managed by the provincial regional government, contributing greatly to Regional Original Income (PAD). This research uses target data and actual PKB revenue from 2020 to 2022 to measure the effectiveness of revenue. The results show that in 2020 the effectiveness of PKB acceptance was very high with a ratio of 103.08%, decreased in 2021 to 90.88%, and increased again in 2022 to 102.47%. Based on these results, the level of effectiveness of PKB acceptance at UPPD Samsat Banjarmasin II over the last three years has averaged 98.81%, which is categorized as effective. Obstacles faced in receiving PKB include tax arrears due to lost or damaged vehicles, lack of taxpayer awareness, inadequate socialization, and lack of understanding of payment procedures via e-SAMSAT. Efforts to overcome these obstacles include ongoing education, tax raids, outreach on the use of e-SAMSAT, and improving online payment services. In conclusion, despite several obstacles, UPPD Samsat Banjarmasin II has shown good effectiveness in accepting PKB. Recommendations to further increase effectiveness include improving services, more intensive outreach, and increasing taxpayer awareness about the importance of paying taxes on time. Keywords: Motor Vehicle Tax, Effectiveness, UPPD Samsat Banjarmasin II, e-SAMSAT
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI