DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN METODE DRILL DENGAN MEDIA PAPERCRAFT PADA KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA BANJARMASIN UTARA
PENGARANG:MIFTAHUL JANNAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-09-04


Jannah, Miftahul. 2024. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting Menggunakan kombinasi Model Project Based Learning dan Metode Drill dengan Media Papercraft Pada anak Kelompok B di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara. Skripsi S1 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dosen Pembimbing Dr. Ali Rachman, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: Motorik Halus, Menggunting, Project based learning, Drill dan Media Papercraft.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting. penyebab dari permasalahan ini dikarenakan anak selalu meminta bantuan kepada guru sehingga mengakibatkan anak belum mampu menggerakan jari-jemarinya dan kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan mata dan tanggan dalam kegiatan menggunting. Apabila permasalahan ini terus menerus dibiarkan maka akan menghambat perkembangan motorik halusnya, sehingga anak menjadi kurang kreatif dan percaya diri. Solusinya yaitu menggunakan kombinasi model Project Based Learning dan metode Drill dengan Media Papercraft. Tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak dan hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting.

Pendekan penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Setting penelitian pada anak kelompok B TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara yang berjumlah 20 orang anak (8 laki-laki dan 12 Perempuan). Teknik pengumpulan data yaitu observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif menggunakan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas anak “Hampir Seluruh Anak Aktif”, dan hasil perkembangan motorik halus mencapai kriteria “Berkembang Sangat Baik”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan ke-1 hingga pertemuan ke-4 mendapat kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 55% dengan kriteria “Sebagian Anak Aktif” dan mengalami peningkatan pada pertemuan ke-4 mendapat persentase 100% kriteria “Seluruh Anak Aktif”. Hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 55% dan mengalami peningkatan hingga pertemuan ke-4 mendapat persentase 100% kriteria “Berkembang Sangat Baik (BSB) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH)”.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project based learning, dan Metode Drill dengan Media Papercraft dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan motorik halus anak dengan sangat baik dan seluruh anak aktif. Disarankan bagi kepala sekolah, guru, dan peneliti selanjutnya agar dapat menjadi bahan masukan serta informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak usia dini.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI