DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS BELAJAR, KEMANDIRIAN DAN ASPEK MOTORIK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PjBL DAN TALKING STICK PADA KELOMPOK B TK RAHAYU BANJARMASIN
PENGARANG:SITTINA NUR HUMAIRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-09-13


ABSTRAK Humaira, Sittina Nur. 2024. Mengembangkan Aktivitas Belajar, Kemandirian Dan Aspek Motorik Menggunakan Kombinasi Model PjBL Dan Talking Stick Pada Kelompok B TK Rahayu Banjarmasin Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing : Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd.,Ph.D. Kata Kunci : Kemandirian, Aktivitas, Motorik, PjBL, Talking Stick Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemandirian dan kemampuan motorik halus.Hal ini disebabkan karena pembelajaran kurang menarik dan monoton, berpusat satu arah dan bersifat abstrak. Salah satu upaya yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan kombinasi model PjBL dan Talking Stick dengan media kertas bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas, kemandirian dan hasil pengembangan motorik halus anak kelompok B TK Rahayu Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 pertemuan dengan masing-masing pertemuan terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setting penelitian dilakukan di TK Rahayu Banjarmasin pada kelompok B yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mencapai kriteria baik, pertemuan 2 mencapai kriteria sangat baik, dan pertemuan 3 mencapai kriteria sangat baik. Aktivitas anak pada pertemuan 1 mencapai 20%, pertemuan 2 mencapai 60% dan pertemuan 3 mencapai 87%. Kemandirian anak pada pertemuan 1 mencapai 33%, pertemuan 2 mencapai 60% dan pertemuan 3 mencapai 87%. Ketuntasan klasikal hasil perkembangan motorik halus anak dalam kolase pada pertemuan 1 mencapai 40%, pertemuan 2 mencapai 67% dan pertemuan 3 mencapai 93%. Hasil penelitian menggunakan kombinasi model PjBL dan Talking Stick dengan media kertas bergambar pada aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian dan hasil pengembangan motorik halus dinyatakan berhasil. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk pengembangan motorik halus.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI