DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN RESEPTIF BAHASA PADA ANAK MELALUI KOMBINASI MODEL BERCERITA, STORY TELLING PADA KELOMPOK B TK NEGERI MANDASTANA KABUPATEN BARITO KUALA | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD HASAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-09-22 |
ABSTRAK
HASAN, MUHAMMAD. 2024. Mengembangkan kemampuan reseptif bahasa pada anak melalui kombinasi model bercerita, story telling pada kelompok b tk negeri mandastana kabupaten barito kuala. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dosen Pembimbing Dr. H. Sakerani, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : RESEPTIF BAHASA, MODEL BERCERITA, STORY TELLING.
Bahasa artinya yaitu merupakan suatu alat sistem komunikasi terorganisasi dalam bentuk satuan- satuan, satuan ligual, seperti kata, kelompok kata, klausa, dan kalimat yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulis. Dalam penggunaan Reseptif Bahasa anak dapat bercerita dengan teratur dan tertekstur. Masalah dalam penelitian ini yaitu dilantar belakangi dengan rendahnya perkembangan kosakata pada anak dengan terdapat berberapa anak yang masih tidak aktif serta kurang responsif dalam mengungkapkan pendapat mereka seperti anak memahami cerita dalam pesan yang di sampaikan serta kemampuan anak untuk menceritakan kembali isi dari cerita dengan bahasa yang masih rendah. Salah satu upayanya yaitu dalam menggunakan kombinasi model bercerita, story telling. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan atau mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan bahasa anak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas ( PTK ), dimana dilakukan dengan empat kali pertemuan di bagi menjadi 2 sirklus yaitu sirklus I dan sirklus II. Subjek adalah kelompok B di TK Negeri Mandastana Kabupaten Barito Kuala sebanyak 18 orang anak. Instrumen yang digunakan yaitu lembar pengamatan terkait aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan bahasa anak. Sedangkan dalam analisi datanya menggunakan deskriptif kualitatif.
Dalam temuan penelitian ini menunjukan bahwa aktivias guru pada pertemuan sirklus ke -1 dengan sekor 26 kriteria Cukup Baik, dan pada pertemuan sirklus ke-2 dengan sekor 30 tetap bertahan dengan kriteria Cukup Baik, pada pertemuan sirklus ke-3 dengan sekor 31 masih bertahan Cukup Baik, pada pertemuan sirklus ke-4 dengan sekor 35 dengan kategori sangat baik. Aktivitas anak secara klasikal pada pertemuan sirklus ke-1 dengan sekor 20% kategori “Kurang Aktif “. Pada pertemuan sirklus ke-2 dengan sekor 30% kategori “ Kurang Aktif “. Pada pertemuan sirklus ke-3 dengan sekor 55% kategori “ Cukup Aktif “. Pada pertemuan sirklus ke-4 dengan sekor 100% meningkat dengan kriteria sangat aktif.
Bedasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kombinasi model bercerita, story telling berhasil memperbaiki kualitas guru, meningkatkan aktivitas anak, serta hasil perkembangan yang optimal disarankan penggunaan kombinasi model bercerita, story telling, sebagai referensi pembelajaran efektif guna mewujudkan hasil perkembangan reseptif bahasa lebih baik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI