DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL DALAM MENAATI ATURAN DIKELAS MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING, METODE BERCERITA DAN METODE REWARD AND PUNISHMENT PADA KELOMPOK B DI TK RAHAYU BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | FARRADILLA SIFANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-09-30 |
Sifana, Farradilla 2024. Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional Dalam Menaati Aturan Dikelas Menggunakan Model Cooperative Learning, Metode Bercerita Dan Metode Reward And Punishment Pada Kelompok B Di TK Rahayu Banjarmasin Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing :
Dr. Sulistiyana, S.Pd M.Pd.
Kata Kunci : Cooperative Learning, bercerita, dan Reward And Punishment. Sosial Emosional, Menaati aturan dikelas
Permasalahan dalam penelitian ini masih rendahnya kemampuan sosial emosional dalam menaati aturan dikelas hal ini disebabkan karena guru pembelajaran kurang menarik dan monoton, berpusat satu arah dan bersifat abstrak.. Upaya pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Model Cooperative Learning. Metode Bercerita dan Metode Reward And Punishment, Tujuan dari pembelajaran ini yaitu mendeskripsikan aktivitas guru, mendeskripsikan aktivitas anak, dan menganalisis perkembangan sosial emosional dalam menaati aturan dikelas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 pertemuan dengan masing-masing pertemuan terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setting penelitian dilakukan di TK Rahayu Banjarmasin pada kelompok B yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian, menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mencapai kriteria cukup baik, pertemuan 2 mencapai kriteria baik, dan pertemuan 3 mencapai kriteria sangat baik. Aktivitas anak pada pertemuan 1 mencapai 33,3%, pertemuan 2 mencapai 66,7% dan pertemuan 3 mencapai 100%. Hasil Pengembangan Sosial Emosional anak pada pertemuan 1 mencapai 53,3%, pertemuan 2 mencapai 73% dan pertemuan 3 mencapai 100%.
Hasil penelitian menggunakan kombinasi metode Reward And Punishment, Bercerita, Dan Model Cooperative Learning pada aktivitas guru, aktivitas anak, hasil dan hasil pengembangan sosial emosional dinyatakan berhasil. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk pengembangan sosial emosional.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI