DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS BELAJAR, BERKOLABORASI, SERTA KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B2 MELALUI MODEL PJBL DAN STAD DI TK HARAPAN BANGSA BANJARMASIN
PENGARANG:ELLY NUUR KHOLIFAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-03


Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berkolaborasi, dan kemampuan motorik halus anak dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Hal ini disebabkan pembelajaran kurang bermakna, kurang menarik dan bersifat satu arah. Salah satu upaya yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui model pembelajaran PJBL dan STAD dalam kegiatan fun cooking. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas belajar, keterampilan berkolaborasi dan kemampuan motorik halus anak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan 3 kali pertemuan. Setting penelitian ini berada di TK Harapan Bangsa Banjarmasin dengan subjek penelitian anak kelompok B2 yang berjumlah 12 anak, 7 anak laki-laki dan 5 anak Perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan dengan tabel dan cross tabledengan grafik. Indikator keberhasilan Aktivitas anak dengan presentase ≥80% “Hampir Semua Anak Aktif”. Keterampilan berkolaborasi dengan presentase ≥80% “Sangat Terampil”. Dan hasil perkembangan motorik halus anak secara klasikal dengan presentase ≥80% “Berkembang Sangat Baik”.

Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru mengalami peningkatan dari pertemuan 1 yang mendapat kategori baik dan mendapat kategori sangat baik pada pertemuan 2 dan 3. Aktivitas anak secara klasikal mengalami peningkatan pada pertemuan 1 memperoleh presentase 50% naik menjadi 75% pada pertemuan 2, dan naik menjadi 92% pada pertemuan 3. Keterampilan berkolaborasi anak mengalami peningkatan secara klasikal dari pertemuan 1 memperoleh presentase 50% naik menjadi 75% pada pertemuan 2 dan naik menjadi 83% pada pertemuan 3. Hasil perkembangan motorik halus anak juga mengalami peningkatan secara klasikal memperoleh presentase 50% pada pertemuan 1, naik menjadi 75% pada pertemuan 2 dan naik menjadi 83% pada pertemuan 3.

 

Penelitian dengan menggunakan model pembelajaran PJBL dan STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar, berkolaborasi, dan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih kegiatan pembelajaran, menjadi masukan untuk memperbaiki kekurangan pembelajaran dan referensi untuk penelitian selanjutnya.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI