DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA CLAY PADA KELOMPOK B TK ISTIQOMAH BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | LAILA HAYATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-03 |
Laila Hayati, 2024. “Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Menggunakan Kombinasi Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Clay pada Kelompok B TK Istiqomah Banjarmasin” Skripsi, Program PG-PAUD FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Pembimbing Mohammad Dani Wahyudi, SPd.I., M.Pd.
Kata Kunci:Motorik Halus, Project Based Learning, Demonstrasi, Media Clay
Permasalahan pada penelitian adalah belum berkembangnya kemampuan aspek motorik halus anak dalam meniru bentuk. Hal ini disebabkan karena kurangnya kegiatan yang menstimulus kemampuan dalam meniru bentuk. Dalam pembelajaran anak belum bisa mandiri dalam penyelesaian tugas karena masih meminta bantuan orang lain ataupun pada guru, dan ada juga anak yang kurang fokus pada pembelajaran saat guru menjelaskan, karena kurang tertariknya pembelajaran berlangsung sehingga anak kurang aktif dan kurang antusias untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan menganalisis peningkatan kemampuan aspek motorik halus.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dua siklus empat kali pertemuan. Subjek dari penelitian adalah Kelompok B TK Istiqomah Banjarmasin, dengan jumlah 12 orang anak yang terdiri dari 7 anak laki laki dan 5 anak perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara serta penilaian aspek aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik halus anak dalam mengetahui meniru bentuk dengan media clay. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik komparasi, yang mana dalam penelitian ini membandingkan hasil capaian dan pelaksanaan persiklus.
Hasil penelitian aktivitas guru pada pertemuan pertama 68% dan pertemuan keempat 96%. Aktivitas anak pada pertemuan pertama 25% dan pertemuan keempat 92%. Hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan pertama 42% dan pertemuan keempat 92%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik halus anak menggunakan model project based learning, metode demonstrasi, dan media clay berhasil meningkat dan berkembang sangat baik dan aktif. Disarankan kepada guru agar dapat dijadikan bahan masukan dalam memilih model, metode, dan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak dan dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI