DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | BENTUK PENYAJIAN TARI TAMBORIN DALAM IBADAH DI GPdI KOTA BANJARBARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | SAMUEL RIO ALDRIANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-06 |
Penelitian ini mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Tamborin dalam Ibadah di GPdI, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari tamborin dalam ibadah di GPdI kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu untuk menambah ilmu pengetahuan masyarakat serta memberikan dokumentasi secara tertulis maupun video mengenai tari tamborin kepada pihak GPdI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan, Tari Tamborin digunakan dalam ibadah di gereja. Tertulis dalam Kitab Mazmur, yang menunjukkan bahwa Tuhanlah yang disebut dan suka dipuji dan disembah melalui puji-pujian, tarian, dan alat musik seperti gambus, kecapi, dan rebana. Ada dua jenis gerakan, praise digunakan untuk lagu pujian yang cepat dan penuh sukacita, sedangkan gerakan worship digunakan untuk lagu penyembahan yang lambat dan melankolis. Alat musik yang digunakan yaitu seperangkat alat musik band. Lagu dibawakan selama ibadah, terdiri dari dua lagu pujian dan dua lagu penyembahan. Tari Tamborin hanya menggunakan pola lantai sejajar kanan kiri. Tidak ada standar untuk riasan penari. Mengenakan pakaian terdiri dari manset berwarna putih atau hitam, pakaian terbuat dari satin atau brokat, celana legging berwarna putih atau hitam, dan rok lebar dari satin atau tile. Tidak ada alas kaki, hanya kaus kaki panjang berwarna hitam atau putih. Tari Tamborin menggunakan tamborin sebagai properti.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI