DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Judul tarian tradisional Mandau pada suku Dayak Ma'anyan di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Tahun 1980-2020 | |
| PENGARANG | : | DHITA KUMALA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-07 |
Dayak Ma’anyan merupakan salah satu sub suku Dayak yang mendiami bagian timur provinsi Kalimantan Tengah, dan juga mendiami bagian utara provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di kabupaten Tabalong yang disebut Dayak Warukin. Tari Mandau merupakan salah satu tari tradisional Suku Dayak yang menunjukkan atraksi dalam memainkan Mandau serta talawang sebagai properti tarian. Makna dalam tarian mandau yaitu melambangkan semangat para pejuang Dayak yang siap terjun ke medan perang, serta mandau adalah alat yang digunakan oleh pejuang Dayak untuk menumpas musuh. Sekarang, fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi, senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tari tradisional suku Dayak Ma’anyan serta upaya pelestarian tari di desa Batuah. Metode penelitian menggunakan metode sejarah yang memiliki beberapa tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi dan foto-foto dalam kegiatan tari Mandau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Mandau di Desa Batuah Tari Mandau untuk di Desa Batuah mulai di kembangkan dan dipelajari pada tahun 2018 sampai sekarang dalam sanggar Tari Tiang Bakambang. Kesimpulan upaya dalam pelestarian tari Mandau pada suku Dayak Ma’anyan dilaksanakan bukan hanya dari yang tua tetapi yang muda ikut serta dalam pelestarian tersebut, serta di dukung juga dengan pihak lain. Walaupun sekarang banyak tarian modern sangat digemari hampir semua kalangan tetapi hal tersebut tidak menghalangi semangat dalam pelestarian tari tradisional Mandau.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI