DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Bidang Pendidikan di Kabupaten Tabalong | |
| PENGARANG | : | INDRA GUNAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-08 |
ABSTRAK
Indra Gunawan,2120421310007,2024.“Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Bidang Pendidikan di Kabupaten Tabalong”dibawahbimbinganBapak Tomi Oktavianor selakupembimbing.
Lapisan masyarakat menengah kebawah banyak yang tidak bisa mengenyam pendidikan. Hal tersebut disebabkan mereka tidak memiliki biaya untuk mengakses pendidikan. Dalam hal ini pemerintah mengeluarkan program berupa PKH dalam memberikan bantuan non tunai bersyarat pendidikan adalah untukmeningkatkan angka partisipasi sekolah, khususnya bagi anak-anak KSM atauKeluarga Penerima Manfaat (KPM), serta untukmengurangi angka pekerja anakdi Indonesia. Guna mencapai tujuan ini, PKH berupaya memotivasi KSM agarmendaftarkan anak-anaknya ke sekolah dan mendorong mereka untuk memenuhikomitmen kehadiran dalam proses belajar, minimal 85% dari hari efektif sekolahdalamsebulan,selamatahunajaranberlangsung. Komponen pendidikan dalam PKH dikembangkan dalam rangka meningkatkanangka partisipasi pendidikan anak usia 7-21 tahun yang belum menyelesaikanpendidikanwajib belajar12 tahun.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriktif dengan pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi informan kunci dari penelitian ini yakni pendamping PKH dan peserta KPM PKH Kabupaten Tabalong.
Hasil penelitian mengenai implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) bidang pendidikan Kabupaten Tabalong berdasarkan 4 indikator yaitu (1) Komunikasi yaitu transmisi, kejelasan dan konsitensi dari hasil penelitian mengatakan bagian hanya bagian transmisi masih kurang memuaskan dikarenkan dalam pemaparan materi yang masih kurang jelas implementasi belum berjalan dengan baik dimana dapat dilihat dari indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi masih dirasa kurang maksimal, (2) Sumber daya yaitu staf, informasi, wewenang, fasilitas dari hasil penelitian mengatakan bahwa dari indikator staf dan fasilitias masing kurang memuaskan dikarenkan jumlah petugas pendamping PKH yang masih kekurangan dan jumlah kendaraan dinas untuk pendamping PKH yang masih kurang tersedia, (3) Disposisi yaitu sikap pelaksana dan insentif dari hasil penelitian mengatakan bahwa seluruh indikator dari disposisi sudah bejalan dengan baik dalam implementasinya, (4) Struktur birokrasi yaitu Standar Operating Prosedures (SOPs) dan fragemntasi dari hasil penelitian mengatakan bahwa seluruh indikator dari sturktur birokrasi sudah berjalan dengan baik dalam implementasinya. Dalam hal ini Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PKH bidang pendidikan Kabupaten Tabalong terdiri darikurangnya sosialisasi yang dilakukan, kurangnya koordinasi antara pendamping PKH dengan peserta PKH, dan kurangnya fasilitas penunjang kinerja pendamping PKH. Rata-rata peserta PKH mengeluhkan dengan ketidak pahaman mereka mengenai dana bantuan dari PKH bidang pendidikan . Dalam penyaluran dana bantuan PKH bidang pendidikan peserta tetap tersalurkan dengan baik, namun masih ada yang mengeluh terutama tujuan dari dana bantuan tersebut. Kemudian dari fasilitas sarana dan prasarana untuk pendamping Kabupaten Tabalong, dimana rata-rata tanggapan narsumber mengarah kepada minimnya kendaraan operasional (Dinas).
Katakunci:Implementasi, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pendidikan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI