DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM MENGKOORDINASIKAN MATA DAN TANGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION, METODE DEMONSTRASI DAN METODE PEMBERIAN TUGAS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KENANGA BALANGAN
PENGARANG:LIA MAULIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-08


ABSTRAK

Maulida, Lia, 2023 Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Dalam Mengkoordinasikan Mata dan Tangan Menggunakan Model Explicit Instruction, Metode Demonstrasi dan Metode Pemberian Tugas pada Anak Kelompok B di TK Kenanga Balangan. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. H. Sakerani S.Pd., M.Pd

 

Kata Kunci Explicit Instruction, Metode Demonstrasi, Metode Pemberian Tugas

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam motorik halusnya yaitu pada bagian menggunting. Hal ini disebabkan oleh kurangnya respon anak terhadap kegiatan yang diberikan mengenai koordinasi antara tangan dan mata serta penggunaan model pembelajaran yang kurang menarik dan menyenangkan. Upaya pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan Model Explicit Instruction, Metode Demonstrasi dan Metode Pemberian Tugas. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan anak dalam menggunting pola.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan sebanyak 3 pertemuan. Subjek penelitian adalah kelompok B TK Kenanga Balangan sebanyak 12 anak. Instrumen yang digunakan yaitu lembar aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan. Sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Indikator keberhasilan yaitu pada aktivitas guru mendapatkan skor ≥ 61 dengan kriteria baik, aktivitas belajar anak mencapai kriteria aktif dengan skor individu dan mencapai persentase 61% secara klasikal, serta hasil perkembangan anak secara individu dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) mencapai tiga bintang().

Hasil temuan menunjukkan aktivitas guru meningkat dari pertemuan 1 dengan kriteria “baik” mencapai kriteria “sangat baik” pada pertemuan 3. Aktivitas klasikal anak pada pertemuan awal 42% dengan kriteria “sebagian besar anak aktif”menjadi 91 % dengan kriteria “Hampir Seluruh Anak Sangat Aktif” di pertemuan 3. Hasil perkembangan anak secara klasikal pada pertemuan 1 adalah 17% dengan interpretasi BB (Belum Berkembang) mengalami perkembangan hingga 92% atau dengan interpretasi BSB (Berkembang Sangat Baik) di pertemuan 3.

Disimpulkan model pembelajaran Model Explicit Instruction, Metode Demonstrasi dan Metode Pemberian Tugas berhasil memperbaiki kualitas guru, meningkatkan aktivitas anak, dan hasil perkembangan yang meningkat. Disarankan penggunaan Model Explicit Instruction, Metode Demonstrasi dan Metode Pemberian Tugas sebagai referensi pembelajaran efektif mengembangkan aspek Motorik halus anak, terutama dalam pengembangan menggunting sesuai pola.

 

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI