DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DATA SPASIAL PENGUASAAN LAHAN (LAND TENURE) DI HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | DONNY YAHYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-08 |
Penguasaan lahan sering terjadi di dalam kawasan Hutan Lindung yang di mana, masyarakat ingin menjadikan lahan di dalam kawasan Hutan Lindung menjadi hak milik secara pribadi yang di sebabkan karena masyarakat sudah lama mengelola dan mengambil kesempatan untuk menguasai lahan yang sudah jelas di tetapkan menjadi Hutan Lindung, Secara de jure adalah milik negara, tetapi secara de facto di manfaatkan, di kuasai bahkan di miliki oleh masyarakat dengan adanya surat-surat tanah. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis data spasial penguasaan lahan di Kawasan Hutan Lindung LiangAnggang. Metode yang di gunakan adalah metode tabulasi dan overlay, data wawancara yang sudah di tabulasi akan menjadi atribut pada peta penguasaan lahan, penyusunan data spasial penguasaan lahan dengan menggunakan aplikasi Arcgis 10.4, dengan melakukan penginputan data hasil wawancara penguasaan lahan kedalam atribut pada peta dengan memilih field untuk menambahkan tabel sesuai variabel penelitian. Hasil penelitian ini menghasilkan status penguasa lahan yang melakukan penguasaan lahan di Hutan Lindung Liang Anggang, dengan mendapatkan nama penguasa lahan, domisili, luas, batas, lama penguasaan, legalitas/surat tanah dan penggunaan lahan. Presentase dari masing-masing variabel karakteristik penguasaan lahan yaitu domisili penguasaan lahan di bagi menjadi penduduk lokal dengan presentase 80,56% dan pendatang sebesar 19,44%, presentase luas penguasaan lahan berdasarkan lampiran 3 maka luas penguasaan lahan diklasifikasi menurut hukum Sturges = 3,33 log 36 = 5,19 atau sama dengan 5 klas luas yaitu klas <4 ha dengan presentase 94,44%, klas 4-8 dan klas 9-13 dengan presentase yang sama 2,78%, presentase batas penguasaan lahan di bagi menjadi penguasa lahan yang menggunakan batas kanal sebesar 80,56% dan yang menggunakan patok sebesar patok sebesar 19,44%, lama penguasaan lahan diklasifikasi menurut hukum Sturges yang di bagi menjadi 5 klas dengan interval lama penguasaan lahan 5 tahun pada klas <5 tahun dengan presentase 14%, klas 5-9 tahun dengan presentase 22%, klas 10-15 tahun dengan presentase 22%, klas 16-20 dengan presentase 17% dan pada klas >20 tahun dengan presentase 25% serta presentase penggunaan lahan di bagi menjadi pertanian sebesar 86,11%, pemukiman sebesar 5,56%, peternakan 5,56% dan semak blukar campuran sebesar, 2,78%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI