DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN METODE JIGSAW DAN MEDIA KERTAS ORIGAMI PADA ANAK KELOMPOK B TK ISTIQOMAH BANJARMASIN
PENGARANG:JERIKHA RUT THEADORA LULUPORO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-08


ABSTRAK

Luluporo, Jerikha Rut Theadora.2024. Mengembangkan Motorik Halus Anak Menggunakan Model Project Based Learning Dengan Metode Jigsaw Dan Media Kertas Origami Pada Kelompok B TK Istiqomah Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. H. Sakerani, M.Pd.

Kata Kunci : Motorik Halus, Menggunting dan Menempel Sesuai Pola, Project Based Learning dengan Metode Jigsaw dan Media Kertas Origami

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan motorik halus anak pada kelompok B dalam menggunting dan menempel sesuai pola, pembelajaran tidak variasi atau fokus anak yang mudah teralih dan dampaknya dari keterampilan menggunting dan menempel sesuai pola anak tidak akan berkembang dengan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk dapat mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil kemampuan anak.

Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B TK Istiqomah Banjarmasin yang berjumlah 16 orang anak (11 anak laki-laki dan 5 anak perempuan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta penilaian keterampilan menggunting dan menempel sesuai pola. Indikator keberhasilan aktivitas  guru dikatakan berhasil apabila mencapai kategori “sangat baik”, aktivitas anak mencapai kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif dan Seluruh Anak Aktif” dan hasil perkembangan kemampuan meniru bentuk mencapai kategori “berkembang sangat baik (BSB)’.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan ka-1 mendapat skor 25 dengan kategori “sangat baik” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-3 mendapat skor 28 dengan kategori “sangat baik”. (2) aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapatkan presentase 37,5% kategori “sebagian kecil anak aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-3 mendapatkan presentase 100% kategori “seluruh anak aktif”. (3) hasil perkembangan kemampuan menggunting dan menempel sesuai pola pada pertemuan ke-1 mendapatkan presentase 37,5% dan terus meningkat hingga pertemuan ke-3 mencapai 100% anak berhasil berkembang dengan kategori “berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB)”.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI