DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN WISATA SIRING PIERE TENDEAN | |
| PENGARANG | : | NURSYIFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-12-31 |
Pembangunan Siring Piere Tendean merupakan upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memajukan sektor pariwisata. Kawasan Siring Piere Tendean dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Tugas UPTD Kawasan Wisata diatur dalam Peraturan Wali Kota No. 106 Tahun 2021 tentang Uraian Tugas Unit Pelaksana Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kebijakan pengelolaan wisata tersebut kemudian diterapkan di Siring Piere Tendean, namun ditemukan permasalahan seperti gangguan keamanan dan tidak tercapainya target retribusi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian dilakukan untuk mengetahui implementasi kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam pengelolaan kawasan wisata Siring Piere Tendean.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara terhadap 13 informan, observasi menyeluruh di kawasan wisata Siring Piere Tendean dan dokumentasi dari laporan dalam bentuk berita tentang Siring Piere Tendean, laporan resmi Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata mengenai penarikan retribusi wisata, dokumen sumber daya manusia UPTD Kawasan Wisata, laporan pengunjung di Siring Piere Tendean dan Peraturan Wali Kota Banjarmasin dalam mengatur tugas UPTD Kawasan Wisata. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemerintah Kota Banjarmasin dalam pengelolaan kawasan wisata Siring Piere Tendean berlandaskan Peraturan Wali Kota No. 106 Tahun 2021 berjalan dengan baik sesuai pada uraian tugas UPTD Kawasan Wisata. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian menggunakan teori Van Meter dan Van Horn, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana dan kecenderungan pelaksana mendukung pengelolaan dengan baik. Hambatan pada implementasi yaitu kekurangan sumber daya meliputi sumber daya manusia dan anggaran serta masyarakat yang merusak fasilitas.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Wisata, Siring Piere Tendean
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI