DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | GHINA NUR RARIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-12-31 |
Ghina Nur Rarin. 2110411220040, 2024. Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial
Ekonomi (WRSE) di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal
Bacari Provinsi Kalimantan Selatan. Di bawah bimbingan Dewi Purboningsih.
Penyandang Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Provinsi Kalimantan
Selatan masih cukup tinggi. Menyandang kerawanan sosial ekonomi menjadi
hambatan dalam melaksanakan fungsi sosial secara wajar. Untuk menangani
masalah tersebut, dibentuklah Program Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial
Barakat Cangkal Bacari (PRSTS BCB) yang bertujuan memberdayakan WRSE
agar dapat mandiri. Namun, masih banyak WRSE yang belum terjangkau secara
merata oleh program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dan
menganalisis proses pemberdayaan WRSE di PRSTS BCB, 2) mengetahui faktor
pendukung dan penghambat pemberdayaan WRSE di PRSTS BCB.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif deskriptif. Proses penelitian dilakukan dengan mengamati,
mengumpulkan, dan menganalisis data. Data dari penelitian ini dikumpulkan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan WRSE di PRSTS BCB
telah berjalan dengan baik dan memenuhi tiga indikator pemberdayaan yang
dikemukakan Egan yaitu: Life-enhancing outcomes for the client dilihat dari
sosialisasi; seleksi dan identifikasi; pendekatan assessment; dan bantuan modal
usaha. Learning how to help oneself dilihat dari bimbingan keterampilan,
kewirausahaan, dan penempatan magang. Developing a prevention mentality dilihat
dari bimbingan mental, sosial dan keagamaan. Adapun faktor pendukung program
meliputi 1) mentalitas tidak mudah menyerah, 2) instruktur profesional, 3) metode
penanganan yang efektif, 4) adanya dukungan dari keluarga. Sedangkan faktor
penghambatnya meliputi: 1) terbatasnya anggaran, 2) terbatasnya sumber daya
manusia, 3) minimnya informasi di tingkat Kecamatan/Kelurahan, 4) kurangnya
kepercayaan diri, dan 5) kesulitan dalam mengakses modal.
Kata kunci: Pemberdayaan, Wanita Rawan Sosial Ekonomi, Panti Sosial
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI