DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Asupan Natrium dan Serat dengan Hipertensi di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | NAJWA AMELIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-09 |
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di atas normal, yaitu sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin. Faktor risiko yang memengaruhi kejadian hipertensi adalah asupan natrium berlebih dan rendahnya konsumsi serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan natrium dan serat dengan kejadian hipertensi di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 110 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan pengukuran tekanan darah melalui rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,5% responden memiliki asupan natrium tinggi dan 92,7% memiliki asupan serat kurang. Terdapat hubungan signifikan antara asupan natrium (p=0,026) dan serat (p=0,017) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara asupan serat dan natrium dengan kejadian hipertensi di Kota Banjarmasin.
Kata-kata kunci: hipertensi, natrium, serat, Banjarmasin
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI