DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMBERIAN INSTRUKSI BERBAHASA BANJAR DALAM MENILAI PERFORMA CHEST COMPRESSION ONLY PADA PENOLONG AWAM
PENGARANG:ANDI ZULVIKARNI - 628
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-08


ABSTRAK

PEMBERIAN INSTRUKSI BERBAHASA BANJAR DALAM MENILAI

PERFORMA CHEST COMPRESSION ONLY PADA PENOLONG AWAM

Zulvikarni, Andi

Latar Belakang: Kejadian henti jantung sering terjadi di luar rumah sakit. Orang

awam merupakan salah satu harapan bagi korban henti jantung. Untuk

memberikan pertolongan yang benar, tenaga kesehatan dapat memberikan

arahan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) kepada penolong awam

melalui telpon. Arahan yang diberikan dapat menggunakan Bahasa

daerah untuk meningkatkan pemahaman penolong dalam memberikan CPR.

Tujuan: Untuk mengetahui pemberian instruksi berbahasa Banjar dalam

menilai performa chest compression only oleh pada penolong awam.

Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental

melalui intervensi instruksi berbahasa Banjar kepada responden. Responden

penelitian adalah masyarakat awam berusia 18 - 40 tahun di Banjarbaru. Sampel

penelitian diambil berdasarkan kriteria penelitian dan teknik consecutive sampling,

didapatkan 20 responden. Data yang dikumpulkan antara lain tahapan

pertolongan pertama (pemeriksaan keamanan Lokasi, dan pemeriksaan respon

korban) dan kompresi dada (kecepatan, kedalaman, penempatan tangan, dan

rekoil dada) yang dilakukan responden. Data dianalisis menggunakan analisis

univariat.

Hasil: Setelah diberikan instruksi berbahasa Banjar didapatkan hasil pada

tahapan pertolongan pertama, pemeriksaan keamanan lokasi sebesar 100%,

dan pemeriksaan respon korban sebesar 80%. Pada tingkat keberhasilan

dalam melakukan kompresi dada didapatkan sebesar 36,25%, sementara

63,7% tidak memenuhi komponen kompresi dada.

Diskusi: Responden masih kesulitan dalam memenuhi komponen penting

dari kompresi dada, yang menunjukan bahwa instruksi via telepon dalam

bahasa daerah belum cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan

penolong awam dalam situasi darurat.

Kesimpulan: Instruksi berbahasa Banjar belum efektif dalam meningkatkan

performa chest compression only pada penolong awam.

Kata kunci: Awam, Bahasa Banjar, CPR, Instruksi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI