DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEK PEMBERIAN IKAN SELUANG TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) DARAH TIKUS MODEL STRES
PENGARANG:NUR LATHIFA RAHMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-09


Stres sebagai respon fisiologis terhadap ancaman, tekanan, atau situasi baru akan memicu pelepasan hormon kortisol. Peningkatan hormon kortisol yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi radikal bebas. Keadaan ini dapat memicu stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan antioksidan. Ikan seluang (Rasbora spp.) mengandung berbagai nutrisi seperti Docosahexaenoic acid (DHA) dan asam amino esensial yang dikenal memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian ikan seluang terhadap kadar MDA darah tikus model stres. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan posttest only control group design. Sebanyak 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan: K1 (tanpa stressor), K2 (stresor imobilisasi dengan pakan standar), dan K3 (stresor imobilisasi dengan pakan ikan seluang). Perlakuan berlangsung selama 4 minggu, setelah itu sampel darah diambil untuk mengukur kadar malondialdehid. Data hasil penelitan dilakukan uji One-Way ANOVA dan Post-hoc Tukey dengan p< 0,05 ditemukan perbedaan signifikan pada rerata kadar MDA ketiga kelompok perlakuan (349,0 vs 277,9 vs 260,4 nmol/ml, p<0,001). Kesimpulan hasil penelitian yaitu ikan seluang dapat menurunkan kadar MDA darah tikus model stres.

 

Kata-kata kunci: Stres oksidatif, malondialdehid, ikan seluang (Rasbora spp.)

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI