DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Perbedaan Jenis dan Konsentrasi Bahan Tambahan Terhadap Mutu Biofoam Berbasis Tapioka Dengan Filler Sekam Padi
PENGARANG:ISTIQAMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-09


Maraknya penggunaan styrofoam di Masyarakat merupakan suatu hal yang harus menjadi sebuah perhatian,
karena dampak penggunaannya yang sangat berbahaya bagi lingkuangan dan kesehatan. Biodegradable foam
merupakan kemasan alternatif yang dapat terurai di alam dan tidak bersifat toxic. Biodegradable foam pada penelitian
ini dibuat dengan bahan dasar pati tapioka dan penambahan filler berupa tepung sekam padi yang berfungsi untuk
mengurangi penyerapan air dan memperkokoh struktur biodegradble foam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membandingkan dan mencari hasil terbaik dari perlakuan biodegradable foam tapioka berbasis sekam padi dengan
faktor perbedaan jenis dan konsentrasi bahan tambahan. Biofoam dibuat dengan mengguakan alat thermopressing
dengan suhu 210°C pada bagian cetakan atas dan 200°C pada cetakan bagian bawah selama 3 menit. Pada penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama jenis bahan
tambahan, terdiri dari 3 taraf yaitu PVA (Polyvinyl alcohol), kitosan, dan kaolin, sedangkan pada Faktor kedua yaitu
konsentrasi bahan tambahan yang terdiri dari 2 taraf yaitu 2,5% dan 5%. Adapun analisis data yang digunakan adalah
uji ANOVA (Analysisi of Variance) dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) analisis statistik
tersebut dilakukan untuk uji proksimat kadar air dan uji karaktersitik (daya serap air, kuat tekan, biodegradasi). Pada
uji hedonik menggunakan analisis statistika uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil terbaik pada
penelitian ini adalah Biodegradable foam dengan kode A3B2 yaitu penambahan kaolin 5%. Biodegradable foam
terbaik memiliki kadar air sebesar 3,59%, daya serap air 31,22%, kuat tekan 16,53 kgf/mm2, uji biodegradasi sebesar
91,47%, dan uji hedonik tekstur 3,33 serta 4,16 untuk parameter warna. Pada perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi)
biofoam kaolin 5% berada pada peringkat ke-2 termurah dengan harga pokok produksi Rp 2.785,32.


Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI