DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | GAMBARAN ANEMIA DAN JENIS ANEMIA PADA PASIEN TBC PARU DEWASA DI RSUD ULIN BANJARMASIN. Tinjauan Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Penyakit Penyerta, Status Gizi, dan Status TBC Paru Periode 2022-2023 | |
| PENGARANG | : | ECHA PUTRI MAHARANI IRSAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-10 |
ABSTRAK
GAMBARAN ANEMIA DAN JENIS ANEMIA
PADA PASIEN TBC PARU DEWASA DI RSUD ULIN BANJARMASIN
Tinjauan Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin
Penyakit Penyerta, Status Gizi dan Status TBC Paru
Periode 2022-2023
Echa Putri Maharani Irsan
Tuberkulosi paru (TBC) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TBC paru dapat menyebabkan kelainan hematologi berupa anemia. Anemia yang terjadi pada penyakit ini diakibatkan oleh inflamasi kronik dan penekanan eritropoesis oleh mediator inflamasi yang dapat menyebabkan anemia normositik normokromik dan mikrositik hipokromik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran anemia dan jenis anemia pada pasien TBC paru di RSUD Ulin Banjarmasin Periode 2022-2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data rekam medis penderita TBC paru dewasa yang dirawat inap pada tahun 2022-2023 serta menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 69 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien TBC paru dewasa mengalami anemia paling banyak berdasarkan usia yaitu usia >47-60 tahun (42%), berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki (75%), berdasarkan penyakit penyerta yaitu tidak adanya penyakit penyerta (89%), berdasarkan status gizi yaitu status gizi kurus (55%), berdasarkan status TBC paru yaitu TBC paru tidak kambuh (75%). Jenis anemia pada pasien TBC paru dewasa berdasarkan usia ditemukan sebanyak (64%) anemia normositik normokromik, sebanyak (53%) nya pada usia >47-60 tahun, berdasarkan jenis kelamin ditemukan sebanyak (62%) anemia normositik normokromik, sebanyak (76%) nya pada kelamin laki-laki, berdasarkan penyakit penyerta ditemukan sebanyak (66%) anemia normositik normokromik, sebanyak (91%) nya pada pasien TBC paru tidak dengan penyakit penyerta, berdasarkan status gizi ditemukan sebanyak (62%) anemia normositik normokromik, sebanyak (58%) nya ada pada status gizi kurus, berdasarkan status TBC paru ditemukan sebanyak (64%) anemia normositik normokromik, sebanyak (74%) nya pada status TBC paru tidak kambuh. Kesimpulannya adalah pasien TBC paru banyak mengalami anemia dan jenis anemia yang dialami yaitu normositik normokromik dari setiap variabel.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI