DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERANAN PRASANGKA TERHADAP KONTAK ANTARKELOMPOK PADA GENERASI Z SUKU DAYAK DAN MADURA | |
| PENGARANG | : | GABRIEL CHICILIA MARGARETHA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-14 |
Kerusuhan Sampit 2001 menjadi peristiwa kelam bagi suku Dayak dan Madura. Sejarah konflik tersebut meninggalkan memori tersendiri yang masih dipelihara hingga saat ini. Adanya memori konflik membuat kedua suku ini rentan terhadap isu dengan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang memungkinkan mendorong kembali terjadinya pertikaian di masa sekarang akibat adanya prasangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peranan prasangka terhadap kontak antarkelompok pada generasi Z suku Dayak dan Madura. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 generasi Z suku Dayak dan Madura yang berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi korelasional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa survei menggunakan kuesioner tertulis dan Google Formulir, serta data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil yang diperoleh melalui uji korelasi dan uji regresi linear sederhana menunjukkan arah negatif, yakni semakin tinggi prasangka yang dimiliki maka semakin rendah kontak antarkelompok yang terjalin. Sebaliknya, semakin rendah prasangka maka semakin tinggi kontak antarkelompok yang terbentuk. Temuan ini menyoroti pentingnya upaya membangun keharmonisan antarkelompok sehingga terjalinnya interaksi yang positif dan edukasi antar-budaya.
Kata kunci: Konflik suku, prasangka, kontak antarkelompompok
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI