DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI DISTRIBUSI PROGRAM BANTUAN BIBIT KARET DI DESA HALUBAU UTARA KECAMATAN PARINGIN SELATAN KABUPATEN BALANGAN | |
| PENGARANG | : | IRA ZULFIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-02-05 |
Penelitian ini berfokus pada evaluasi pelaksanaan distribusi bantuan bibit
karet di Desa Halubau Utara, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan
yang mana setiap petani yang memiliki tanah per Hektar diberikan 440 batang bibit
karet. Pada tahun 2022 ada 7,5 Hektar luas lahan dengan jumlah bantuan 3.300
batang, namun distribusi bibit bantuan tersebut bervarian tidak tepat jumlah yang
didistribusikan ke petani. Dalam ini perlu dilihat dari dua aspek utama, yaitu
distribusi bantuan bibit karet dan ketepatan waktu penyaluran dan sasaran terhadap
distribusi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana
distribusi bantuan bibit karet berjalan, serta untuk mengidentifikasi hambatan-
hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan distribusi bibit karet di desa tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis
menggunakan model Miles dan Huberman dengan meliputi pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mengenai Distribusi Bantuan Bibit Karet di Desa Halubau
Utara, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan dilihat berdasarkan aspek
(1) Distribusi Bantuan Bibit Karet di Desa Halubau Utara telah dilakukan melalui
kelompok tani dengan pembagian langsung kepada ketua kelompok yang dinilai
cukup efisien dan merata oleh pihak dinas. Namun, masih terdapat tantangan seperti
ketidaksesuaian jumlah bibit dengan luas lahan petani yang menyebabkan
ketidakpuasan di beberapa kelompok. Selain itu, bantuan pupuk yang dirasa kurang
serta penggunaan sistem pengelolaan manual tanpa dukungan teknologi informasi
menjadi kendala dalam pelaksanaan program. (2) Dari segi ketepatan waktu,
penyaluran bibit telah dilakukan sesuai dengan jadwal masa tanam, mendukung
pertumbuhan tanaman secara optimal. Meskipun proses penyaluran berlangsung
lancar tanpa hambatan berarti, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan
distribusi bibit sesuai kebutuhan dan mendukung produktivitas tanaman secara
maksimal. Hasil nyata pada peningkatan pendapatan petani belum terlihat karena
tanaman membutuhkan waktu untuk mencapai masa panen. Faktor penghambat
dalam Distribusi Bantuan Bibit Karet adalah sumber daya manusia yang terbatas
dan ketidakmerataan distribusi bibit.
Untuk itu guna meningkatkan distribusi bantuan bibit karet di Desa Halubau
Utara, disarankan mengadakan pelatihan bagi petani dan petugas terkait teknik
budidaya, evaluasi program, dan perawatan tanaman, terutama selama musim
kemarau. Distribusi bibit perlu lebih transparan dan adil, dengan penyesuaian
jumlah bibit berdasarkan luas lahan petani melalui koordinasi yang lebih baik antara
pemerintah desa, kelompok tani, dan pihak terkait.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI