DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN, DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL RE-LEARNING PAPER PADA ANAK KELOMPOK B TK KERAMAT HST | |
| PENGARANG | : | NURUL HIKMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-03-26 |
Hikmah, Nurul. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian Dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Model Re-LearningPaper Pada Anak Kelompok B Tk Keramat HST. Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Pembimbing: Celia Cinantya, S.Kom., M.Pd.,
Kata Kunci: Aktivitas Anak, Kemandirian, Aspek Motorik Halus, Model Re-Learning Paper.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemandirian, aspek motorik halus anak dalam menempel dengan tepat pada anak kelompok B. Terlambatnya kemampuan motorik halus akan berdampak pada perkembangan selanjutnya sehingga akan berdampak negatif jangka panjang bagi anak, seperti anak tidak berkembang sesuai dengan tahapan usianya, anak akan selalu bergantung kepada orang lain/tidak bertanggung jawab atas diri sendiri, anak akan kesulitan dalam kegiatan yang melibatkan ketelitian, seperti menempel, menggunting dll. Salah satu solusi terbaik yaitu menggunakan model Re-Learning Paper. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis perkembangan aktivitas, kemandirian, dan perkembangan motorik halus anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah Kelompok B TK Keramat HST pada tahun ajaran 2023/2024, jumlah anak sebanyak 10 orang. Aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian dan motorik halus menggunakan model Re-Learning Paper diperoleh melalui teknik pengumpulan data lembar observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 18, pertemuan II mendapat skor 29, dan pertemuan III mendapat skor 35. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh presentase 30%, pertemuan II memperoleh presentase 70%, dan pertemuan III memperoleh presentase 90%. Kemandirian anak pada pertemuan I memperoleh presentase 30%, pertemuan II memperoleh presentase 60%, dan pertemuan III memperoleh presentase 90%. Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan I memperoleh presentase 20%, pertemuan II memperoleh presentase 50%, dan pertemuan III memperoleh presentase 90%.
Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model Re-Learning Paper dapat meningkatkan hasil belajar anak. Pada aktivitas guru mencapai kriteria “Sangat Baik”, aktivitas anak mencapai kriteria hampir “Seluruh Anak Aktif”, kemandirian anak mencapai kategori “Hampir Seluruh Anak Mandiri”, serta perkembangan motorik halus anak mencapai kategori “Berkembang Sesuai Harapan”. Diharapkan bagi guru, kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salah satu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI