DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH TUNTUTAN KERJA TERHADAP KETERLIBATAN KERJA DENGAN WORK-LIFE BALANCE DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
PENGARANG:REZKI NOOR ALISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-04-28


Rezki Noor Alisa, Pengaruh Tuntutan Kerja terhadap Keterlibatan Kerja dengan Work-Life Balance dan Perceived Organizational Support sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan), Laila Refiana Said (Pembimbing).

Kata Kunci: Tuntutan Kerja; Work-Life Balance; Perceived Organizational Support; Keterlibatan Kerja; Moderasi; Mediasi

BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan adalah lembaga negara yang memiliki peran penting dalam memeriksa pengelolaan dan akuntabilitas keuangan negara di wilayah Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tuntutan kerja mempengaruhi keterlibatan kerja pegawai, dengan work-life balance dan perceived organizational support sebagai variabel intervening. Penelitian ini tidak hanya menguji peran moderasi, tetapi juga peran mediasi dalam hubungan antar variabel, yang disusun dalam dua model konseptual yang berbeda.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner yang melibatkan 125 responden. Hasil penelitian mengungkapkan dinamika hubungan antara tuntutan kerja, work-life balance, perceived organizational support, dan keterlibatan kerja, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana variabel-variabel ini saling berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi dan moderasi.

Temuan utama menunjukkan bahwa tuntutan kerja memiliki dampak positif yang konsisten terhadap keterlibatan kerja di kedua model penelitian. Tuntutan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap perceived organizational support. Sementara itu, perceived organizational support terus berperan positif dalam meningkatkan keterlibatan kerja pada kedua model.

Penemuan menarik terjadi pada work-life balance, di mana ditemukan hubungan negatif antara tuntutan kerja dan work-life balance, serta antara work-life balance dan keterlibatan kerja. Lebih lanjut, work-life balance dan perceived organizational support berfungsi sebagai variabel moderasi, bukan sebagai mediasi. Hal ini mendukung teori Job Demands-Resources, yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut dapat bertindak sebagai sumber daya yang membantu mengurangi dampak negatif dari tuntutan kerja.

Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan tuntutan kerja yang efektif, dukungan organisasi yang kuat, serta kebijakan keseimbangan kehidupan kerja yang bijak untuk menjaga dan meningkatkan keterlibatan kerja pegawai secara optimal.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI