DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEKTIVITAS PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI BANTARAN SUNGAI KELAYAN BARAT KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:ADELLYA NOVELYN TJHIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-02


ABSTRAK

Adellya Novelyn Tjhia, 2110411320009, 2025. Efektivitas Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Di Bantaran Sungai Kelayan Barat Kota Banjarmasin. Di bawah bimbingan Nurul Azkar.

 

Kondisi pemukiman kumuh merupakan kondisi yang terjadi karena ketidakteraturan bangunan atau ketidaksesuaian dengan tata ruang kota. Hal ini merupakan kondisi yang tidak diinginkan. Karena munculnya pemukiman kumuh di banyak kota maka pemerintah berinisiatif membuat program yang dinamakan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Program KOTAKU menyasar wilayah - wilayah di Indonesia yang teridentifikasi kumuh salah satunya di Banjarmasin terutama di Kelayan Barat agar wilayah tersebut bebas kumuh sesuai dengan tujuan program KOTAKU yaitu 0% kumuh. 

Penelitian ini mengkaji efektivitas Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dalam menangani masalah pemukiman kumuh di tepi Sungai Kelayan Barat, Banjarmasin melalui perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif.

Hasil penelitian yang didapat mengungkap bahwa Program KOTAKU cukup berhasil mengurangi luas area kumuh dari 7,45 hektar menjadi 2,49 hektar. Namun, pada tahun 2022, luas area kumuh kembali meningkat menjadi 9,17 hektar akibat penurunan kualitas hunian dan kurangnya pemeliharaan infrastruktur. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi kerjasama multi-sektor antara pemerintah, masyarakat, dan swasta, serta partisipasi aktif warga dalam menjaga fasilitas umum. Di sisi lain, kendala yang dihadapi antara lain kurangnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan anggaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Penelitian yang menggunakan teori Ni Wayan Budiani ini dapat disimpulkan bahwa meskipun Program KOTAKU telah memberikan dampak positif dalam penataan pemukiman kumuh, efektivitasnya belum optimal karena beberapa aspek belum tertangani secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dalam pemantauan program, sosialisasi kepada masyarakat, dan penyediaan infrastruktur yang lebih memadai untuk menjamin keberlanjutan program ini.

Kata Kunci: Efektivitas, Program Pemerintah, KOTAKU

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI