DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat yang Terabaikan: Kelemahan Strategi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) | |
| PENGARANG | : | TIARA SELVIA PERDANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-02 |
Tiara Selvia Perdana. 2025. “Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat yang Terabaikan: Kelemahan Strategi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah(HST)”. Dibimbing oleh Ismar Hamid, S.S., M.Si.
Keberagaman geografis Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyebabkan tantangan berbeda dalam mitigasi bencana di setiap wilayah, sementara tidak semua masyarakat memiliki pemahaman yang memadai terhadap kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST dalam mengurangi tingkat kerawanan dan kerentanan, serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Manual Data Analysis Procedure (MDAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia menjadi komponen paling krusial dalam mitigasi bencana, namun keterbatasan personel yang terlatih dan minimnya material masih menghambat respons di lapangan. BPBD HST telah menjalankan strategi direct-action melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana), namun keberlanjutannya sangat tergantung pada inisiatif dan kapasitas lokal. Desa-desa seperti Haruyan yang memiliki kesadaran tinggi mampu menjalankan program secara mandiri, sementara desa lainnya mengalami stagnasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan transformatif dan penetapan skala prioritas berbasis kondisi sosial serta kapasitas kelembagaan lokal. Dengan demikian, program Destana perlu diarahkan sebagai investasi sosial jangka panjang yang membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan, bukan sekadar tanggapan terhadap risiko sesaat.
Kata kunci: Mitigasi Bencana; Pemberdayaan Masyarakat; Mobilisasi Sumber Daya.
Tiara Selvia Perdana. 2025. “Neglected Community Empowerment Approach: The Weakness of the Disaster Mitigation Strategy of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Hulu Sungai Tengah Regency (HST)”. Guided by Ismar Hamid, S.S., M.Si.
The geographical diversity of Hulu Sungai Tengah (HST) Regency presents different challenges in disaster mitigation across its regions, while not all communities possess an adequate understanding of disaster preparedness. This study aims to evaluate the strategies of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of HST in reducing disaster risk and vulnerability, as well as enhancing community capacity through empowerment approaches. This research employed a qualitative method with a case study approach, utilizing observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Manual Data Analysis Procedure (MDAP). The findings indicate that human resources are the most crucial component in disaster mitigation; however, the lack of adequately trained personnel and limited materials still hinders field response. BPBD HST has implemented a direct-action strategy through the Disaster Resilient Village (Destana) program, but its sustainability heavily relies on the initiative and capacity of each village. Villages such as Haruyan, with high awareness, can operate the program independently, whereas others experience stagnation. This study highlights the importance of a transformative approach and the need to prioritize based on local social conditions and institutional capacities. Therefore, the Destana program should be reoriented as a long-term social investment aimed at building sustainable community resilience rather than merely serving as a response to immediate risks.
Keywords: Disaster Mitigation, Community Empowerment, Resource Mobilization.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI