DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) LADA DI DESA RANTAU KARAU TENGAH KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA | |
| PENGARANG | : | HAYATUN NAZIRAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-02 |
Hayatun Nazirah (2110411120009), 2024. Implementasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) Lada Di Desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Di bawah bimbingan Trisylvana Azwari.
Pelaksanaan program POSBINDU PTM diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dengan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada dimasyarakat seperti jarak yang jauh dari pusat fasilitas kesehatan. Selain itu, program POSBINDU PTM diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program POSBINDU PTM Lada Di Desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Faktor penghambat Implementasi pada Program POSBINDU PTM Lada Di Desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe kualitatif deskriptif. Informan penelitian yaitu Koordinator POSBINDU PTM, Petugas Kesehatan, Kader POSBINDU PTM serta masyarakat. Teknik mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program POSBINDU PTM Di Desa Rantau Karau Tengah masih belum optimal dari segi komunikasi, hal ini karena sosialisasi untuk program POSBINDU PTM masih belum terlaksana secara terus menerus sehingga masih banyak warga yang tidak mengetahui tentang program ini. Kendala Implementasi Program POSBINDU PTM Di Desa Rantau Karau Tengah selain minimnya pengetahuan masyarakat dengan program ini ialah keterbatasan biaya operasional untuk alat ukur gula darah dan kolestrol serta jam operasional yang tidak sesuai dengan target sasaran peserta.
Peneliti memberikan saran untuk meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat yaitu menggencarkan lagi penyebaran informasi tentang program POSBINDU PTM dan meningkatkan anggaran serta mengubah jadwal dan jam operasional kegiatan menjadi waktu pekan atau disore hari agar masyarakat yang bersekolah maupun bekerja dapat mengikuti kegiatan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu administrasi publik serta menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait untuk meningkatkan efektivitas program POSBINDU PTM.
Kata Kunci: Implementasi, POSBINDU PTM, masyarakat
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI