DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | SITI QAMARIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-05 |
ABSTARK
Siti Qamariah, 2110411320003, 2025. Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan
Gelandangan dan Pengemis di Kota Banjarmasin. Dibawah bimbingan Dewi Purboningsih.
Dinas Sosial Kota Banjarmasin dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin telah
melakukan beberapa upaya dalam hal penanganan gelandangan dan pengemis agar dapat
mengurangi jumlah gelandangan dan pengemis di kota Banjarmasin. Sejauh ini, kedua instansi
tersebut telah melakukan serangkaian kegiatan dalam menangani gelandangan dan pengemis
melalui cara penertiban dengan sarana-sarana yang telah ditempatkan di Rumah Singgah
Baiman sebagai tempat penampungan sementara. Namun para gelandangan dan pengemis
masih melalukan aktifitasnya di berbagai titik jalanan Kota Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan tipe deskriptif. Sumber data
yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian pengolahan data dimulai dari
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan Kesimpulan dan verifikasi data. Penelitian
ini di lakukan dengan Dinas Sosial Kota Banjarmasin dan Satpol PP Kota Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kolaborasi lintas sektor dalam penanganan
gelandangan dan pengemis di Kota Banjarmasin selama ini berjalan cukup baik dengan
melibatkan berbagai instansi terkait. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan oleh sektor-
sektor yang bertanggung jawab, namun masih diperlukan perbaikan dalam aspek teknis
pelaksanaannya. Salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah upaya rehabilitatif atau
pembinaan di rumah singgah, yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan
fasilitas, kurangnya tenaga kerja atau petugas, serta teknis pembinaan yang belum optimal.
Faktor penghambat yaitu (1) kurangnya sarana dan prasarana, (2) perlawanan dari gelandangan
dan pengemis, (3) pola pikir gelandangan dan pengemis yang sulit diubah.
Saran perlu adanya peningkatan kegiatan penyuluhan atau bimbingan untuk
gelandangan dan pengemis. Untuk kegiatan pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan
kemampuan gelandangan dan pengemis perlu direalisasikan lebih banyak lagi.Pada usaha
rehabilitatif yang dilakukan di rumah singgah lebih dimaksimalkan lagi untuk penanganan
terhadap gelandangan dan pengemis juga pada fasilitas dan tenaga kerja yang diperlukan.
Kata Kunci: Kolaborasi, Penanganan. Gelandangan dan Pengemis
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI