DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) Pada Lumut Hyophila Involuta Yang Hidup Ditepi Jalan Raya Kota Banjarbaru
PENGARANG:WAN NISRIANI LUTHFY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-05


Emisi gas buang kendaraan bermotor berupa logam beracun timbal (Pb) memberikan efek negatif terhadap kualitas udara dan makhluk hidup yang terpapar. Kegiatan biomonitoring penting dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi tingkat polutan Pb yang terakumulasi di lingkungan, salah satu cara dengan memanfaatkan jasa lumut Hyophilla involuta. Penelitian ini bertujuan mengukur kadar Pb, kadar klorofil, mengamati dampak Pb terhadap morfologi lumut H. Involuta. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi yaitu Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan Adam, Jalan Karang Rejo dan Jalan Trikora Banjarbaru. Lumut langsung diambil dari substrat menggunakan pisau bedah/cutter, kemudian disimpan didalam plastik klip kedap udara dan langsung dibawa ke laboratorium untuk dilakukan preparasi sampel. Konsentrasi Pb yang ada di lumut dan tanah diukur menggunakan instrument AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), kandungan klorofil a dan b lumut H.involuta diukur dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 645 nm (klorofil b) dan panjang gelombang 663 nm (klorofil a) menggunakan alat spektrofotometer Uv-Vis, serta pengamatan morfologi menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop binokular. Hasil pengukuran diatas kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney-U kemudian korelasi antara kandungan Pb terhadap klorofil, dan ukuran morfologi menggunakan uji Spearman. Kandungan Pb (mg/kg) H.involuta tertinggi terdapat pada lokasi Tahura (11,14±1,09), diikuti Karang Rejo (9,53±0,79) kemudian kandungan terendah di Trikora (8,46±0,46).    Kandungan Pb tanah (mg/kg) tertinggi terdapat di lokasi Tahura (23,83±3,89), diikuti Trikora (21,19±0,33), kemudian kandungan terendah di Karang Rejo (14,69±0,22). Klorofil total (ml/L) H.involuta tertinggi terdapat di lokasi Trikora (1,92±0,30), diikuti Karang Rejo (1,74±0,14), kemudian kandungan terendah di Tahura (1,71±0,08). Morfologi H.involuta yang signifikan berdampak yaitu panjang sel filoid (µm) dan panjang seta. Lumut H.Involuta berpotensi sebagai agen bioindikator pencemaran logam berat Pb.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI