DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Model Pengembangan Objek Wisata Desa Sungai Raja Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah
PENGARANG:DEA SOFIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-09


RINGKASAN

 

Dea Sofia. 2024. Pola Pengembangan Objek Wisata Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Emmy Sri Mahreda, M.P.; Prof. Ir. H. Basir Achmad, M.S., Ph.D.; Dr. H. Abdi Fithria, S.Hut., M.P.

 

 

 

Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah memiliki potensi wisata yang kaya, baik dari segi alam, budaya maupun ekonomi lokal. Namun, pengelolaan pariwisata di desa ini belum optimal, sehingga memerlukan sebuah model pengembangan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi desa.

 

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan pariwisata yang sesuai dengan potensi Desa Sungai Raja. Tujuan lainnya adalah menganalisis potensi wisata Desa Sungai Raja, menganalisis peran pemerintah dan masyarakat terhadap objek wisata dan merancang model pengembangan objek wisata Desa Sungai Raja, dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan pariwisata, serta memberikan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

 

Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melaui survei, dengan melakukan wawancara, menggunakan kuesioner, dan observasi langsung. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Lokasi penelitian yaitu Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2024 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku wisata.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sungai Raja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Faktor pendukung utama adalah kekayaan alam yang unik, budaya lokal yang menarik, serta dukungan masyarakat. Faktor penghambat meliputi keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi, dan kurangnya kapasitas pengelolaan. Model pengembangan yang diusulkan meliputi integrasi program pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan, dan strategi pemasaran berbasis digital. Kesimpulannya, pengembangan pariwisata di Desa Sungai Raja memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

 

 

 

SUMMARY

 

Dea Sofia. 2024. Development Pattern of Tourism Objects in Sungai Raja Village, Jelai District, Sukamara Regency, Central Kalimantan. Advisor: Prof. Dr. Ir. Emmy Sri Mahreda, M.P.; Prof. Ir. H. Basir Achmad, M.S., Ph.D.; Dr. H. Abdi Fithria, S.Hut., M.P.

 

 

 

Sungai Raja Village, Jelai District, Sukamara Regency, Central Kalimantan has rich tourism potential, both in terms of nature, culture and local economy. However, tourism management in this village has not been optimized, so it requires a development model that is in accordance with the characteristics and potential of the village.

 

The research aims to formulate a tourism development model that is in accordance with the potential of Sungai Raja Village. Other objectives are to analyze the tourism potential of Sungai Raja Village, analyze the role of the government and the community towards tourism objects and design a model for developing tourism objects in Sungai Raja Village, by identifying supporting and inhibiting factors in tourism development, and providing strategic recommendations that can be implemented by the local government and the local community.

 

The approach used was quantitative and qualitative. Data collection was conducted through surveys, by conducting interviews, using questionnaires, and direct observation. Data analysis used descriptive statistics. The research location was Sungai Raja Village, Jelai District, Sukamara Regency, Central Kalimantan. The research was conducted in 2024 by involving various stakeholders, including the community, local government, and tourism actors.

 

The results showed that Sungai Raja Village has great potential to be developed as a nature and culture-based tourism destination. The main supporting factors are unique natural resources, interesting local culture, and community support. The inhibiting factors include limited infrastructure, lack of promotion, and lack of management capacity. The proposed development model includes the integration of community empowerment programs, the development of environmentally friendly tourism infrastructure, and digital-based marketing strategies. In conclusion, tourism development in Sungai Raja Village requires collaboration between the government, community, and private sector to achieve sustainability and the welfare of local communities.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI