DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN SELF DIAGNOSIS DENGAN OVERTHINKING PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SAUFIYA AMALIYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-11 |
ABSTRAK
Saufiya Amaliya. 2025. Hubungan Self Diagnosis dengan Overthinking pada siswa di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Pembimbing (I) Dr. Ririanti Rachmayanie J, S.Psi., M.Pd., Pembimbing (II) Muhammad Arsyad, M.Psi, Psikolog.
Kata Kunci: Self Diagnosis, Overthinking.
Hubungan antara self diagnosis dan overthinking pada peserta didik menunjukkan pola saling memperburuk kondisi mental, salah satu pemicu dari timbulnya overthinking adalah self diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dari self diagnosis dengan overthinking pada siswa di SMA Negeri 1 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah populasi sebanyak 379 siswa dengan sampel yaitu 195 siswa menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket self diagnosis dan angket overthinking. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan korelasi Kendall's tau.
Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000<0,05 artinya terdapat hubungan antara self diagnosis dengan overthinking. siswa di SMA Negeri 1 Banjarmasin. berdasarkan hasil koefisien hubungan self diagnosis dengan overthinking ialah sebesar 0,202, hubungan antara self diagnosis dengan overthinking berada pada tingkat rendah dengan arah hubungan positif yaitu semakin tinggi self diagnosis maka semakin tinggi juga overthinking yang terjadi.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara self diagnosis dengan overthinking pada siswa SMA Negeri 1 Banjarmasin. Siswa yang melakukan self diagnosis cenderung mengalami overthinking mengakibatkan peningkatan kecemasan dan stres, yang berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI