DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH UMUM SDN 2 LOKTABAT UTARA
PENGARANG:RAFICA ARIYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-13


Penelitian ini bertempat di  SDN 2 Loktabat Utara yaitu salah satu sekolah negeri yang ada di kota Banjarbaru yang telah menerapkan kurikulum merdeka pada  tahun ajaran 2023/2024 kepada peserta didik yang masih duduk dibangku kelas I dan IV serta tahun pertama bagi sekolah untuk menerima anak berkebutuhan khusus. Berbagai kendala yang muncul dalam implementasi kurikulum merdeka seperti sumber belajar tentang implementasi kurikulum merdeka masih belum optimal, ketersedian GPK yang terbatas, dan kurangnya pemahaman para pendidik terkait konsep kurikulum Merdeka. Tujuan penelitian yakni 1) mengetahui probematika pada aspek perencanaan kurikulum merdeka bagi anak berkebutuhan khusus, 2) mengetahui problematika pada pengimplementasian kurikulum merdeka bagi anak berkebutuhan khusus, 3) mengetahui problematika pada pengevaluasian kurikulum merdeka bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 2 Loktabat Utara.

Pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan pada penelitian ini. Sumber data dalam penelitian ini yakni guru pendidikan khusus, wali kelas dan kepala sekolah. Menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk teknik pengumpulan data. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan pengecekan data kepada sumber yang sama, namun dengan teknik yang berbeda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi kurikulum merdeka bagi anak berkebutuhan khusus belum maksimal karena masih dalam penyesuaian dan adaptasi. 1) Problematika yang terjadi pada aspek perencanaan yakni belum maksimalnya pemahaman para pendidik mengenai administrasi penyususnan perangkat ajar, seperti pembuatan modul ajar dan juga PPI. 2) Problematika pada aspek pengimplementasian yakni belum maksimalnya pemahaman pada pendidik mengenai kurikulum merdeka, sarana prasaranan belum memadai, serta pemahaman peserta didik ABK terhadap penerimaan materi pembelajaran. 3) Problematika pada pengevaluasinnyanya yakni minimnya pengetahuan terkait teknologi untuk menerapkan sistem penilaian pada penerapan kurikulum merdeka.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI