DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi Program Kota Layak Anak Pada Klaster Perlindungan Khusus Di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | SALSABEL DARSARIZ | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-14 |
Salsabel Darsariz, 2110411220042, 2025. Implementasi Program Kota Layak Anak Pada Klaster Perlindungan Khusus. Di bawah Bimbingan Sugiannor.
Kota Banjarmasin berkomitmen untuk menjadi kota yang ramah anak dengan menyediakan berbagai fasilitas dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan serta perkembangan anak-anak. Dengan adanya program Kota Layak Anak (KLA) terkhusus pada Klaster V Perlindungan Khusus, Kota Banjarmasin berupaya memastikan hak-hak anak terpenuhi. Implementasi Program Kota Layak Anak pada Klaser V Perlindungan khusus yang menyangkut hal-hal seperti: (1) Pelaksanaan Sosialisasi Kota Layak Anak; (2) Pelatihan Lembaga Pelaksana; dan (3) Program BESTY. Bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Kota Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kota Banjarmasin dan untuk mengetahui fakor penghambat dalam Implementasi Program Kota Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kota Banjarmasin.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif guna memberikan gambaran yang sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa sumber primer, yang terdiri dari observasi peneliti beserta wawancara dengan 9 orang informan kunci, juga sumber sekunder yang didapatkan melalui buku, jurnal, perundang-undangan, hingga data lain yang dapat menunjang penelitian ini. Pengolahan data yang digunakan menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Kota Layak Anak (KLA) pada klaster perlindungan khsusus di Kota Banjarmasin yang dianalisis menggunakan Teori Edward III (1980) dengan indikator: Komunikasi; Sumberdaya; Disposisi; dan Struktur Birokrasi menunjukkan bahwa program kota layak anak pada klaster perlindungan khusus di Kota Banjarmasin sudah cukup baik. Adapun hal ini menunjukkan bahwa program ini telah berjalan dengan cukup baik namun masih terdapat hambatan-hambatan internal dan eksternal yang mempengaruhi implementasi program kota layak anak pada klaster V perlindungan khusus di Kota Banjarmasin. Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, perluasan sosialisasi kepada masyarakat, alokasi anggaran yang lebih besar untuk fasilitas perlindungan anak, serta perbaikan koordinasi antar lembaga terkait. Program edukasi dan evaluasi berkala juga sangat penting untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan meningkatkan efektivitas program KLA di masa depan.
Kata Kunci: Implementasi, Kota Layak Anak, Klaster Perlindungan Khusus
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI