DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Resiliensi Masyarakat Lahan Rawa Gambut Dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Kajian Interaksimetabolisme Manusia Dan Alam | |
| PENGARANG | : | RAHMAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-15 |
Rahmawati, 2025. Resiliensi Masyarakat Lahan Rawa Gambut Terhadap Perubahan Iklim: Kajian Interaksi Metabolisme Manusia Dengan Alam. Skripsi, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. (Pembimbing: Ismar Hamid, S.S., M.Si.)
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah dampak perubahan iklim yang mengancam keberlanjutan penghidupan masyarakat lahan gambut di Desa Jambu Baru, Kabupaten Barito Kuala. Masyarakat yang bergantung pada ekosistem gambut menghadapi penurunan produktivitas, kebakaran lahan, hingga perubahan pola musim yang mempengaruhi aktivitas ekonomi seperti perikanan, pengumpulan kayu galam dan rotan, berburu madu, dan pengelolaan tanaman purun dan daun gulinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap sumber mata pencaharian masyarakat serta mendeskripsikan wujud resiliensi masyarakat lahan gambut dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan masyarakat setempat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan catatan lapangan, transkripsi, koding, kategorisasi, penemuan tema, dan memo analitik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak signifikan terhadap penghidupan masyarakat Desa Jambu Baru, terutama dalam aspek ekonomi dan ekologi. Namun, masyarakat menunjukkan resiliensi melalui diversifikasi sumber penghasilan, penguatan solidaritas sosial, dan adaptasi berbasis local knowledge atau pengetahuan lokal. Interaksi metabolisme manusia dan alam terlihat dalam upaya masyarakat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian lahan gambut. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi masyarakat lahan gambut terbangun melalui integrasi antara adaptasi ekonomi, penguatan modal sosial, dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Resiliensi ini menjadi kunci keberlanjutan penghidupan masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim.
Kata kunci: Perubahan iklim, Masyarakat lahan rawa gambut, resiliensi
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI