DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | WORK-LIFE BALANCE PEGAWAI DINAS KESEHATAN (STUDI FENOMENOLOGI SCHUTZ PADA UNIT PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED) PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN) | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RYAN QAMARULLAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-15 |
Muhammad Ryan Qamarullah (2025). Work-life balance Pegawai Dinas Kesehatan (Studi Fenomenologi Schutz pada Unit Layanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin).
Pembimbing: Abdurrahman Sadikin
Penelitian ini dilakukan di unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) bagaimana pemahaman dan persepsi pegawai unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin terhadap work-life balance; (2) bagaimana motif sebab pegawai unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin dalam memandang work-life balance; (3) bagaimana motif manfaat pegawai unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin dalam memandang work-life balance; (4) bagaimana dampak work-life balance terhadap kinerja pegawai unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin; (5) bagaimana strategi pegawai unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin dalam mencapai work-life balance.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Schutz. Informan dalam penelitian ini adalah 6 orang pegawai unit layanan PONED Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan enam informan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman dan persepsi informan terhadap work-life balance bervariasi, umumnya mencakup keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi tanpa merasa terbebani; (2) pegawai menggunakan berbagai strategi untuk mencapai work-life balance, seperti mengatur jadwal dengan baik, menjaga kesehatan, serta menyediakan waktu khusus untuk keluarga dan diri sendiri; (3) motif sebab mencakup beban kerja yang tinggi, peran ganda pegawai, kondisi pasien gawat darurat, dan tanggung jawab keluarga; (4) motif manfaat meliputi peningkatan kepuasan kerja, penurunan tingkat stres, peningkatan kesejahteraan mental, pengelolaan waktu yang lebih efektif, hubungan yang baik dengan keluarga, dan kesempatan untuk menikmati waktu pribadi; (5) Pencapaian work-life balance yang baik berdampak baik pada kinerja pegawai. Mereka menunjukkan peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan, kesejahteraan mental, dan kepuasan kerja. Dengan pencapaian work-life balance yang baik, pegawai dapat menghindari burnout yang sering kali mengganggu kinerja dan kesejahteraan mental mereka. Work-life balance yang baik juga memberikan kesempatan kepada pegawai untuk menikmati waktu bersama keluarga, menjalani hobi, dan menjaga kesehatan, yang secara keseluruhan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kata Kunci: Work-life balance, Pegawai, Fenomenologi Schutz
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI