DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PENANGGULANGAN BANJIR DI KOTA MUARA TEWEH KABUPATEN BARITO UTARA
PENGARANG:WARNO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-15


ABSTRAK

 

Warno (2320422310006). 2024. Strategi Penanggulangan Banjir Di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara. Pembimbing Utama: Muhammad Riduansyah Syafari, dan Pembimbing Pendamping: Irwansyah.

Permasalahan Banjir tahunan yang tidak kunjung selesai, merupakan masalah strategis. Ada tiga permasalahan yang diungkapkan, yaitu apakah upaya dan strategi penanggulangan banjir yang telah dilakukan? Apa saja hambatan- hambatan penanggulangannya? Metode pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Prosedur pengumpulan datanya wawancara, observasi dandokumentasi. analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan Kesimpulan, serta analisis SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan : ada 4 (empat) Program pencegahan dan penanggulangan Banjir, yaitu pertama, Pembangunan Bangunan PerkuatanTebing. Kedua, Normalisasi Restorasi Sungai. Ketiga, Rehabilitasi & Pemeliharaan-Bantaran dan Tanggul Sungai. Keempat, Peningkatan Pembersihan dan Pengerukan Sungai/Kali. Namun keempat program itu berdasarkan analisis teori Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi belum optimal. Faktor penghambatnya ada 3, yaitu: wilayah dataran rendah, Pemukiman di atas bantaran dan badan sungai, anggaran yang terbatas, dan tergantung skala prioritas pembangunan. Analsis SWOT menghasilkan 4 alternatifstrategi,yaitu:Pertama, StrategiSO(Strength-Opportunities); Menyusun renstra penanggulangan bencana banjir melalui sinergi rencana Pembangunan TAKAKI, Siring, dan Pengerukan DAS anak Sungai Barito yang mengalami pendangkalan berkolaborasi dengan pihak Swasta dan Civil Society Dalam penanggulangan bencana banjir dalam mengimplementaikan 3 program Pembangunantersebut. Kedua,2. StrategiWO(Weaknesses-Opportunities); Bersama pihak Balai (BWS) Kalimantan III mematangkan Renstra Penanggulanagan Banjir melalui sinergi 3 program yang saling berhubungan Program Pengerukan DAS Anak Sungai Barito yang komprehensif, Program TAKAKIdanPembangunanSiringKota. Ketiga, 3.StrategiST(Strength- Threats); Mendorong mengusulkan dan memfasilitasi terbangunnya kolaborasi penanggulangan bencana banjir (Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang sebagai fasilitator utama) dengan Swasta dan Civil Society, serta lobi sharing pendanaan selain APBD yaitu APBN dengan pihak Provinsi dan pihak Pusat. Keempat, Strategi WT (Weaknesses-Threats); Optimalisasi Pengerukan DASAnak Sungai Barito khususnya Sungai Bengaris dengan mengoptimalkan kolaborasi dengan pihak Swasta (dunia usaha) dan Civil Society sepertiOrganisasi, Karang Taruna, ABRI dalam Program TMMD, dan lain- lainnya. Berdasarkan analisis skala prioritas strategi SO (Strength-Opportunities), menjadi strategi utama.

 

KataKunci:Strategi,SWOT,PenanggulanganBanjir

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI