DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL-SPASIAL MELALUI METODE BERMAIN MENGGUNAKAN MAZE MODIFIKASI PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B
PENGARANG:NUR RIZQIE LYZA AMALIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-20


Amalia, Nur, Rizqie Lyza. 2023. Meningkatakan kecerdasan visual-spasial Melaui Metode Bermain Menggunakan Maze Modifikasi Pada Anak Usia Dini Kelompok B RA Al-Harith Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Chresty Anggraeni, M. Pd.

Kata Kunci : Kecerdasan Visual-Spasial, Metode Bermain, Maze Modifikasi, Anak Usia Dini.

            Permasalahan penelitian ini dilatar belakangi dengan rendahnya kecerdasan visual-spasial pada anak. Hal ini disebabkan kurangnya media pembelajaran yang mengakibatkan kemonotonan pembelajaran sehingga anak mudah bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, meningkatkan aktivitas belajar anak yang akan berdampak pada hasil capaian peningkatkan kecerdasan visual-spasial. Maka upaya untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial pada anak melalui metode bermain menggunakan maze modifikasi.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian ini adalah kelompok B RA Al-Harith Banjarmasin sebanyak 9 orang. Faktor yang diteliti adalah aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil peningkatan kecerdasan visual-spasial pada anak. Teknik pengumpulan data dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti diambil dari format observasi aktivitas guru. Data tentang aktivitas anak dalam meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak didapat dengan mengamati anak selama proses pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif.

            Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru siklus I mencapai kriteria Cukup Baik dan pada siklus II mencapai kriteria Sangat Baik. Aktivitas anak pada siklus I Aktif dan siklus II mencapai kriteria Sangat Aktif. Ketuntasan hasil peningkatan kecerdasan visual-spasial anak pada siklus I mencapai 58% dengan kategori “Mulai Berkembang” dan pada siklus II mencapai 98% dengan kategori “Berkembang Sangat Baik”.

            Berdasarkan data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa Metode Bermain menggunakan Maze Modifiksai berhasil meningkatkan kecerdasan visual-spasial pada anak, aktivitas anak dan aktivitas guru. Disarankan penggunaan metode bermain menggunakan maze modifikasi sebagai referensi pembelajaran efektif untuk mewujudkan hasil peningkatan kecerdasan visual-spasial pada anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI