DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pembentukan Karakter Perempuan Tangguh dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari (Kajian Pragmatik Sastra)
PENGARANG:NORMINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-21


Pembentukan karakter yakni proses yang dialami dalam menanamkan karakter pada orang untuk membangun kepribadian. Perempuan tangguh senantiasa kuat dalam menghadapi segala permasalahan baik di rumah, tempat kerja, atau didalam kehidupan bermasyarakat. Perempuan yang tidak lari dari masalah, bersikap mandiri, dan teguh. Kajian pragmatik sastra berorientasi pada pembaca, sastra dipandang bagus jika ada nilai guna bagi pembaca. Sastra memiliki nilai pragmatik untuk membentuk karakter manusia.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pembentukan karakter perempuan tangguh yang berkaitan dengan kajian pragmatik sastra dalam novel Maryam karya Okky Madasari. Penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian pragmatik sastra. Penelitian ini menggunakan data, yaitu kutipan berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang mengandung makna berupa pembentukan karakter perempuan tangguh tokoh utama yang terdapat dalam novel Maryam karya Okky Madasari berdasarkan kajian pragmatik sastra, sedangkan untuk sumber data penelitian ini menggunakan novel Maryam karya Okky Madasari. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian human instrument atau peneliti sendiri sebagai instrumen dan menggunakan instrumen pendukung, yaitu penanda buku dan kartu data. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, yaitu baca dan catat sebagai teknik pengumpulan data, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman menurut Sugiyono yang memiliki langkah-langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Novel Maryam karya Okky Madasari ini terdapat enam pembentukan karakter perempuan tangguh di dalamnya yakni: 1) penguasaan diri yang baik, 2) berani mengambil tanggung jawab, 3) percaya diri, 4) tidak terjebak di masa lalu, 5) iman yang tangguh, 6) menjadikan rasa sesal sebagai cara untuk memperbaiki diri. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kajian pragmatik sastra berorientasi pada pembaca, sastra dipandang bagus jika ada nilai guna bagi pembaca. Sastra memiliki nilai pragmatik untuk membentuk karakter manusia. Karakter yang terbentuk pada perempuan tangguh dalam penelitian ini dapat diambil pelajaran dan hikmah untuk dijadikan contoh dan motivasi bagi pembaca.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI