DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENERAPAN SANKSI DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BANJARMASIN
PENGARANG:BAKHTIAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-21


Sekolah telah berupaya dalam meningkatkan disiplin peserta didik melalui berbagai cara, seperti memberikan contoh yang baik, implementasi aturan dan tata tertib namun selama diberlakukannya hal tersebut masih terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik, seperti datang terlambat, tidak menggunakan atribut lengkap saat upacara pagi senin, mengumpul tugas melewati batas waktu yang ditentukan, serta bolos pada saat jam pelajaran berlangsung. Untuk mengatasi hal tersebut, sanksi merupakan alternatif dalam menumbuhkan disiplin peserta didik.

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis 1) Jenis pelanggaran kedisiplinan peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, 2) Bentuk sanksi atas pelanggaran kedisiplinan peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin 3) Penerapan sanksi atas pelanggaran kedisiplinan peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dipilih secara purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian diperoleh dan dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran kedisiplinan di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin masih terjadi dari pelanggaran ringan sampai berat, akan tetapi untuk pelanggaran ringan dan sedang masih sering terulang meski diberi sanksi, pemicunya karena faktor internal seperti rasa malas, kebiasaan dan kurangnya motivasi sedangkan faktor eksternal seperti pengaruh teman. Bentuk sanksi yang diberikan juga berjenjang, mulai dari teguran dan pemanggilan ke ruang BK, bimbingan guru atau home visit, hingga pemanggilan orang tua, pencatatan dalam buku kasus, atau bahkan dikeluarkan. Sanksi diberikan dengan pendekatan edukatif yang mana melibatkan peran orang tua peserta didik. Penerapan sanksi telah disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, mulai dari teguran, pencatatan, pembinaan melalui bimbingan konseling, home visit, pemanggilan orang tua, hingga pengeluaran dari sekolah untuk pelanggaran berat. Sebagian siswa menunjukkan perubahan usai diberi sanksi, namun banyak pula yang mengulang pelanggaran karena menganggap sanksi hal biasa. Dapat dikatakan bahwa kepatuhan siswa umumnya masih bersifat compliance, belum sampai pada tahap internalisasi nilai kedisiplinan.

Disarankan bagi sekolah agar tidak hanya memberikan sanksi bagi pelanggar tetapi juga memberikan penghargaan kepada peserta didik yang disiplin, guru sebaiknya melakukan pembinaan persuasif agar peserta didik memahami pentingnya disiplin dan peserta didik diharapkan selalu mentaati tata tertib agar tercipta lingkungan sekolah aman, tertib dan kondusif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI