DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Unsur dan Nilai Budaya Dalam Novel "Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu" Karya Miranda Septiana | |
| PENGARANG | : | SALSA BILA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-24 |
Masyarakat Banjar (urang Banjar) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan. Masyarakat Banjar memiliki warisan budaya yang kaya, mencakup bahasa, adat istiadat, seni dan kepercayaan tradisional yang banyak mengandung nilai-nilai budaya. Penggambaran budaya masyarakat Banjar dapat dilihat salah satunya dari novel “Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu” karya Miranda Septiana yang menggambarkan kehidupan masyarakat Banjar dalam menjalani hubungannya dengan sesama etnis Banjar tentang kebiasaan, serta perilaku yang dilakukan oleh masyarakat Banjar sebagai suatu ciri khas dan identitas yang tentunya tidak dimiliki oleh etnik lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur budaya serta nilai budaya yang terdapat dalam novel “Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu”karya Miranda Septiana. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel “Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu” karya Miranda Septiana. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, atau kutipan yang berkaitan dengan unsur-unsur budaya dan nilai budaya dalam novel “Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu” karya Miranda Septiana. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi berupa teknik baca-catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel “Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu” karya Miranda Septiana mengandung unsur budaya, yaitu: (1) sistem bahasa meliputi penggunaan bahasa Indonesia, dan bahasa Banjar, (2) sistem pengetahuan ditemukan adanya pengetahuan mengenai alam flora, dan pengetahuan tentang alam sekitar tempat tinggalnya, (3) sistem kekerabatan/sosial ditunjukkan dengan adanya status sosial/kelompok sosial, yaknik kaum bangsawan dan kaum jaba, (4) peralatan kehidupan manusia ditemukan sembilan jenis, yakni kain kuning, bulang, cacapan, ikan sepat, rumah panggung, mangumbah, sasungkal, dan jukung, (5) mata pencaharian ditemukan tiga jenis, yakni pedagang, petani/nelayan, dan tukang perahu, (6) sistem religi ditemukan dua jenis, yakni sistem keyakinan/kepercayaan dan upacara keagamaan, (7) sistem kesenian terdiri atas seni rupa, yakni kerajinan gerabah. Sedangkan nilai budaya yang terdapat dalam novel “Lalu Tenggelam Di Ujung Matamu” karya Miranda Septiana memuat lima nilai budaya, yaitu: (1) hubungan manusia dengan Tuhan yang ditunjukkan dalam bentuk syiar, (2) hubungan manusia dengan alam, ditunjukkan dengan sikap para tokoh yang memanfaatkan sumber daya alam, (3) hubungan manusia dengan masyarakat, ditunjukkan dengan sikap para tokoh yang patuh pada adat, (4) hubungan manusia dengan orang lain, digambarkan dengan saling memberi nasihat, dan peduli terhadap sesama, (5) hubungan manusia dengan diri sendiri ditunjukkan dengan sikap pantang menyerah, teguh, dan sabar.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bacaan untuk menambah wawasan pengetahuan serta wawasan tentang kajian antropologi sastra, khususnya tentang budaya Banjar yang terbentuk melalui unsur-unsur serta nilai yang menjadi pedoman dalam bertingkah laku baik, dan buruknya manusia. Sehingga, budaya yang awalnya dianggap biasa menjadi suatu hal yang menarik untuk dipelajari.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI