DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PROSES (VISUAL, AUDITORI DAN KINESTETIK) TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 7 BANJARMASIN
PENGARANG:NURUL HASANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-26


Minat belajar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk meningkatkan minat belajar, penting untuk menerapkan pendekatan yang sesuai dengan berbagai gaya belajar peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi adalah adalah strategi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan individu peserta didik dengan cara yang bervariasi, sehingga setiap peserta didik dapat belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka. Bagian dari pembelajaran berdiferensiasi salah satunya adalah diferensiasi proses, yang didalamnya terdapat gaya belajar visual, auditori juga kinestetik, dan salah satu media pembelajaran yang mencakup beberapa gaya belajar tersebut adalah MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif). Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi pada proses melalui media MPI dapat membantu meningkatkan minat belajar peserta didik, sehingga mereka lebih terlibat dan termotivasi dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar peserta didik tanpa menggunakan pembelajaran berdiferensiasi pada proses (visual, auditori dan kinestetik), minat belajar peserta didik dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi pada proses (visual, auditori dan kinestetik), dan pengaruh pembelajaran berdiferensiasi pada proses (visual, auditori dan kinestetik) terhadap minat belajar peserta didik. Penelitian ini adalah Quasi Exsperimental Research atau penelitian eksperimen semu.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen nilai thitung -11.692 dan ttabel 2.001 dimana thitung > ttabel, namun dengan arah yang negatif maka Ha diterima dan HO ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi melalui media MPI berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri 7 Banjarmasin. Kemudian pada kelompok kontrol nilai thitung -1.355 dan ttabel 2.001 dimana thitung < ttabel, namun dengan arah negatif maka HO diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model konvensional tidak berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri 7 Banjarmasin.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI