DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB, DAN JUJUR PADA PEGAWAI LAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK BUS TRANS BANJARBAKULA
PENGARANG:Mutiara Shaffira
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-26


Mutiara Shaffira. 2025. Penguatan Karakter Disiplin, Tanggung Jawab, Dan Jujur Pada Pegawai Layanan Transportasi Publik Bus Trans Banjarbakula. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Heru Puji Winarso.

Kata Kunci: Karakter, Disiplin, Tanggung Jawab, Jujur, Pegawai

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah belum optimalnya penguatan karakter pada pegawai bus Trans Banjarbakula karena masih ditemukan beberapa pegawai yang masih belum menerapkan karakter tersebut dalam menjalankan tugas mereka. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek nilai karakter yaitu: disiplin, tanggung jawab dan jujur.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter disiplin, tanggung jawab dan Jujur Pada Pegawai Layanan Transportasi Publik Bus Trans Banjarbakula, faktor penghambat serta upaya penguatan karakter disiplin, tanggung jawab dan Jujur Pada Pegawai Layanan Transportasi Publik Bus Trans Banjarbakula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknis analisis data interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian dari penguatan karakter disiplin, disiplin, tanggung jawab dan Jujur Pada Pegawai Layanan Transportasi Publik Bus Trans Banjarbakula: (1) pegawai layanan bus Trans Banjarbakula telah menunjukkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran yang cukup baik, seperti datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, bertanggung jawab dengan tugas, dan memberikan pelayanan yang ramah. Namun, masih terdapat beberapa pegawai yang melakukan pelanggaran, seperti menerima pembayaran tunai, bersikap kurang ramah, dan kelebihan muatan penumpang. (2) Faktor penghambat penguatan karakter ini antara lain lingkungan kerja yang berhadapan langsung dengan pengguna layanan yang belum sepenuhnya memahami aturan, sikap sebagian pegawai yang menganggap pelanggaran sebagai hal sepele, serta penerapan target jam yang mempengaruhi ketaatan terhadap aturan. (3) Upaya untuk memperkuat karakter ini meliputi komunikasi mengenai aturan, pemberian teguran, sanksi, dan pelatihan rutin yang diadakan dua kali setahun.

Solusi diharapkan penyedia layanan bus Trans Banjarbakula dapat terus memberikan masukan kepada pegawai bisa melalui pertemuan pegawai, melakukan upaya lebih dalam hal sosialisasi kepada masyarakat serta memberikan informasi dengan jelas mengapa menggunakan metode pembayaran tersebut sehingga masyaraat dapat paham sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pegawai dengan pengguna layanan, penyedia layanan bisa mempertimbangkan mengenai aturan dan ketentuan penggunaan metode pembayaran agar semua pihak dapat menikmati layanan ini.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI