DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PELESTARIAN BUDAYA LOKAL SILAT BELA DIRI TRADISIONAL KUNTAU UNTUK PENGUATAN CIVIC CULTURE MELALUI PERGURUAN LAUNG KUNING BANJAR
PENGARANG:NAZAMUDIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-05-26


Masalah pokok dalam penelitian ini adalah silat bela diri kuntau yang mulai memudar khusunya di daerah perkotaan.Tujuan dari penelitian ini untuk Menganalisis pelestarian, adaptasi dan integrasi warisan budaya silat bela diri tradisonal kuntau dalam konteks civic culture melalui perguruan laung kuning Banjar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data di lakukan dengan teknik observasi, wewacara dan dokumentasi. Teknik analisi data di lakukan dengan tahap pemiliha data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang di dapat pada pelesatrian budaya lokal silat bela diri tradisional kuntau untuk penguatan civic culture melalui perguruan laung kuning Banjar : (1) Pelestarian Kuntau di Perguruan Laung Kuning Banjar merupakan upaya penting dalam menjaga warisan budaya lokal. Perguruan ini tidak hanya berperan sebagai tempat latihan bela diri tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, nilai-nilai kearifan lokal, serta identitas komunitas (2) Adaptasi pelestarian Kuntau dalam civic culture memerlukan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Perguruan Laung Kuning Banjar telah menyesuaikan metode pengajaran dan memperluas akses bagi generasi muda agar lebih tertarik belajar Kuntau, tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. (3) Perguruan Laung Kuning Banjar telah menjadi bagian dari civic culture dengan mengintegrasikan nilai-nilai Kuntau dalam kehidupan sosial masyarakat. Perguruan ini tidak hanya mengajarkan bela diri tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya Banjar dalam lingkup yang lebih luas. Disarankan Agar pelestarian ini semakin efektif, diperlukan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, komunitas budaya, dan media untuk meningkatkan eksistensi Kuntau melalui event, pelatihan, dan dokumentasi digital. Perguruan dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan Kuntau secara lebih luas, serta mengadakan workshop atau kolaborasi dengan sekolah dan komunitas pemuda agar lebih relevan bagi generasi saat ini.Agar lebih terintegrasi, diperlukan sinergi dengan lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan pemerintah dalam bentuk program edukasi, pertunjukan seni bela diri, serta pengakuan resmi Kuntau sebagai warisan budaya yang harus  

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI