DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSI PADA KONTEKS PENDIDIKAN PANCASILA DI SMAN 1 ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD FADHILLAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-27 |
ABSTRAK
Muhammad Fadhillah, 2025. Implementasi Pembelajaran Berdiferensi pada Konteks Pendidikan Pancasila di SMAN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Sarbaini
Kata kunci: pembelajaran, berdiferensiasi, implementasi, kendala
Masalah dalam penelitian ini adalah implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 1 Alalak belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Kurikulum Merdeka. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan selama hampir tiga tahun, ditemukan bahwa penyesuaian metode dan materi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi, mengidentifikasi kendala, dan menemukan solusi efektif dalam pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 1 Alalak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan 1) implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan Pancasila di SMAN 1 Alalak telah dilakukan dengan menggunakan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk, meskipun masih terkendala oleh pelaksanaan asesmen awal yang kurang optimal dan terbatasnya variasi media pembelajaran; 2) kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, fasilitas teknologi, pengelolaan waktu, dan manajemen kelas yang heterogen, yang mempengaruhi kelancaran proses pembelajaran; 3) Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan solusi seperti pemanfaatan sumber belajar digital, peningkatan manajemen waktu, dan pendekatan inklusif dalam manajemen kelas, didukung oleh pelatihan berkelanjutan dan dukungan sekolah, sehingga diharapkan pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan lebih optimal di masa depan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan teori pembelajaran berdiferensiasi, terutama dalam Pendidikan Pancasila. Pemerintah dan sekolah perlu mendukung pelatihan berkelanjutan bagi guru serta menyediakan fasilitas yang mendukung, seperti teknologi pembelajaran dan ruang kelas fleksibel. Program studi Pendidikan Pancasila sebaiknya mengintegrasikan temuan ini untuk mempersiapkan calon guru, sementara peneliti selanjutnya dapat mengkaji penerapan teknologi digital dalam pembelajaran berdiferensiasi di mata pelajaran lain.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI