DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI GURU PPKN DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEWARGANEGARAAN (CIVIC LITERACY) PADA SISWA DI SMP NEGERI 13 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ZAHRAWANI PUTRI SALSABIL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-05-28 |
ABSTRAK
Zahrawani Putri Salsabil, 2025. Strategi Guru PPKn dalam Meningkatkan Literasi Kewarganegaraan (Civic Literacy) pada Siswa di SMP Negeri 13 Banjarmasin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Sarbaini.
Kata Kunci: Strategi, Guru PPKn, Literasi Kewarganegaraan
Masalah pokok pada penelitian ini rendahnya tingkat literasi siswa khususnya kota Banjarmasin. Terdapat Siswa SMP yang belum mampu membaca yang mengakibatkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman khususnya berkaitan dengan literasi kewarganegaraan. Hal ini menjadi tantangan utama bagi Guru PPKn untuk meningkatkan literasi kewarganegaraan (civic literacy) pada siswa. Penelitian ini berfokus pada strategi yang diterapkan oleh guru PPKn di SMP Negeri 13 Banjarmasin untuk meningkatkan literasi kewarganegaraan siswa, serta tantangan yang dihadapi dan solusi yang diupayakan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui strategi yang efektif digunakan serta kendala apa yang terjadi dalam proses pembelajaran PPKn berkaitan dengan literasi kewarganegaraan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian strategi guru PPKn dalam meningkatkan literasi kewarganegaraan (civic literacy) pada siswa adalah: (1) Strategi yang efektif digunakan guru PPKn dalam meningkatkan literasi kewarganegaraan siswa yakni berupa metode pembelajaran yang interaktif seperti diskusi dan tanya jawab, selain itu menggunakan metode problem based learning dimana siswa disajikan masalah lalu mereka diminta untuk mencari solusi atau pemecahan masalah atas permasalahan yang ada, metode pembelajaran berdiferensiasi menyesuaikan dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda serta metode berbasis proyek seperti siswa membuat karya majalah dinding atau poster digital. Dengan metode itu membuat siswa lebih fokus pada pembelajaran dan bisa mengasah keterampilan serta kemampuan berpikir kritis mereka. (2) Tantangan yang utama dihadapi guru PPKn dalam meningkatkan literasi kewarganegaraan yaitu kurangnya minat belajar siswa. Selain itu tantangan yang ada bisa bersifat fleksibel tergantung kondisi kelas, bisa juga dari sisi negatif kemajuan teknologi, faktor internal keluarga pun juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Solusi yang diupayakan guru PPKn yakni dengan menggunakan metode belajar yang lebih menarik dan inovatif, membuat siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Diharapkan literasi kewarganegaraan siswa meningkat, sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang baik, aktif dan bertanggung jawab.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI