DIGITAL LIBRARY



JUDUL:REPRESENTASI NILAI-NILAI KEHIDUPAN DALAM TRADISI BAARAK NAGA: STUDI ATAS PERKAWINAN MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI DIKELURAHAN ULU BENTENG, KECAMATAN MARABAHAN, KABUPATEN BARITO KUALA
PENGARANG:RESTY MAHDALENA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-11


ABSTRAK

Resty Mahdalena, 2025. Representasi Nilai-Nilai Kehidupan dalam Tradisi Baarak Naga : Studi Atas Masyarakat Dayak Bakumpai di Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Yuli Apriati.

Kata Kunci: Nilai-Nilai Kehidupan, Tradisi Baarak Naga, Kelurahan Ulu Benteng

Tradisi baarak naga merupakan salah satu contoh kekayaan budaya Indonesia yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Tradisi ini berasal dari masyarakat Dayak Bakumpai yang hidup di wilayah Kalimantan Selatan. Baarak naga merupakan tradisi yang ada pada rangkaian upacara perkawinan adat yang memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Dayak Bakumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai-nilai kehidupan yang ada pada tradisi baarak naga dalam perkawinan masyarakat Dayak Bakumpai (2) makna pelaksanaan tradisi baarak naga dalam perkawinan masyarakat Dayak Bakumpai.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan data. Pengujian keabsahan data yang dilakukan yaitu triangulasi (sumber, teknik dan waktu).

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) nilai-nilai kehidupan dalam tradisi baarak naga yaitu ada empat: a) nilai religius yaitu sholawat habsy atau hadrah, kepercayaan, toleransi, dan adab salam b) nilai kesederhanaan yaitu tidak ada paksaan, apa adanya, memanfaatkan hasil alam c) nilai gotong-royong yaitu kerjasama dan saling bantu d) nilai kepemimpinan yaitu kegagahan dan keteladanan (2) makna pelaksanaan tradisi baarak naga dalam perkawinan masyarakat Dayak Bakumpai ada tiga yaitu a) sebagai pelestarian tradisi masyarakat Dayak Bakumpai b) sebagai penghormatan kepada leluhur c) sebagai hiburan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan : (1) bagi masyarakat Dayak Bakumpai untuk terus melestarikan dan menjaga kemurnian dari tradisi baarak naga, serta selalu ada regenerasi dari ahli waris kepala naga. (2) bagi penelti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi kajian mendalam mengenai tradisi baarak naga.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI