DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KADAR LOGAM BERAT BESI (Fe) PADA IKAN BELANAK (Mugil dussumieri) DI ESTUARI KUALA TAMBANGAN | |
| PENGARANG | : | RAMADHAMY RETNO WULAN SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-20 |
Pencemaran logam berat, khususnya besi (Fe), di kawasan estuari seperti Kuala Tambangan menjadi perhatian serius karena dapat mengancam kesehatan ekosistem dan manusia. Ikan belanak (Mugil dussumieri), yang merupakan konsumsi utama masyarakat setempat, dipilih sebagai bioindikator untuk mengukur kadar logam berat tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat besi (Fe) pada ikan belanak (Mugil dussumieri) yang hidup di estuari Kuala Tambangan. Aktivitas manusia seperti pertanian, industri, dan penggunaan perahu motor di sekitar estuari dapat menyebabkan pencemaran logam berat di perairan tersebut, termasuk akumulasi Fe pada ikan. Ikan belanak dipilih sebagai bioindikator karena sering dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel air dan ikan, diikuti dengan analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis pelitian menunjukkan kadar Fe dalam air sebesar 0,327 mg/L, dalam sedimen sebesar 14.587,22 mg/kg, dan dalam daging ikan belanak berkisar antara 18,37 hingga 30,11 mg/kg, melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh WHO dan BPOM. Analisis Bio-Concentration Factor (BCF) dan Biota-Sediment Accumulation Factor (BSAF) menunjukkan akumulasi Fe dalam kategori rendah. Kualitas air di estuari dinilai tercemar ringan berdasarkan Indeks Pencemaran. Hasil penelitian ditujukan untuk memberikan informasi mengenai tingkat pencemaran Fe pada ikan dan air di estuari Kuala Tambangan, serta dampak potensial terhadap kesehatan masyarakat yang mengonsumsi ikan tersebut. Penelitian ini juga di tujukan untuk memberikan data bagi pengelolaan lingkungan yang lebih baik di wilayah estuari.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI