DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | INTERAKSI SIMBOLIK MAHASISWA AMBIVALEN DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI DI KAMPUS APUNG ISLAMI | |
| PENGARANG | : | SYARIFAH FAJRIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-21 |
Syarifah Fajriah. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Lambung Mangkurat.Interaksi Simbolik Mahasiswa Ambivalen Dalam Membentuk Identitas Diri Di Kampus Apung Islami (Dibimbing Oleh Arif Rahman Hakim, S.S.,M.A)
Kampus islami tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi kampus islami juga sebagai lingkungan sosial yang penuh dengan simbol simbol keislaman. Seperti aturan berpakaian dan aktivitas keagamaan. Dalam konteks ini, mahasiswa berinteraksi dan menyesuaikan diri melalui simbol-simbol tersebut untuk membentuk identitasnya. Namun, tidak semua mahasiswa menjalani nilai-nilai Islami secara konsisten. Beberapa menunjukkan sikap berbeda antara di dalam dan luar kampus, yang menggambarkan adanya ambivalensi.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis bentuk interaksi sosial mahasiswa ambivalen di lingkungan kampus Apung Islami dan di luar kampus dalam membentuk identitas diri mereka. (2) Memahami bagaimana mahasiswa ambivalen menegosiasikan nilai-nilai sosial kampus Islami dengan kehidupan sosial pribadinya dalam proses pembentukan identitas diri.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa ambivalen mengalami konflik dalam dirinya karena memiliki identitas yang berbeda-beda menyesuikan dengan lingkungan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pembentukan identitas diri mahasiswa ambivalen di kampus apung islami berupa adaptasi dari nilai dan norma kampus upaya agar diterima di lingkungan akademik walaupun mahasiswa ambivalen juga memiliki identitas yang berlawanan dari identitiasnya di lingkungan akademik. Adaptasi ini dapat dijelaskan melalui teori interaksi simbolik Geoge Herbert Mead, yaitu (Mind, Self and Society). Dengan ini, identitas diri mahasiswa ambivalen tidaklah tunggal. Hal ini dikarenakan mahasiswa ambivalen harus menyesuaikan identitasnya ketika berada pada kedua lingkungan tersebut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI